Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

5 Penyakit Langka yang Kembali Mewabah pada 2022, Waspada!

📅 Senin, 09 Jan 2023, 17:47 WIB | Oleh:
5 Penyakit Langka yang Kembali Mewabah pada 2022, Waspada! Doc: CSU Archives/Everett Collection/Alamy
Ket. Ilustrasi pasien polio.

Selain menghadapi gelombang baru Covid-19, dunia juga dikejutkan dengan kembalinya sejumlah penyakit baik yang menular atau tidak di sepanjang tahun 2022.

Mulai dari mewabahnya Mpox di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, hingga kembalinya kasus Polio di Inggris, 2022 seakan tak ada habisnya menggemparkan dunia medis di berbagai negara.

Merangkum Insider, berikut 5 penyakit atau masalah kesehatan langka yang berhasil mencuri perhatian dunia sepanjang tahun 2022:

1. Polio

Setelah hampir satu dekade tanpa satupun kasus polio yang dilaporkan, virus mematikan yang dulu melumpuhkan ratusan ribu anak per tahun pada awal abad ke-20 itu kembali terdeteksi di Inggris dan AS. Melumpuhkan setidaknya satu warga New York, AS yang tidak divaksinasi.

Padahal akhir-akhir ini, polio hanya beredar di Pakistan dan Afghanistan berkat vaksinasi hampir universal yang meluas ke hampir setiap sudut dunia.

Petugas kesehatan di kedua negara itu masih terus berupaya melawan teori konspirasi anti-vaksin untuk memberikan vaksin polio kepada anak-anak.

"Jika kita tidak berhasil memberantas polio, itu tidak akan tinggal di Pakistan, Afghanistan - itu akan selalu keluar," ujar Oliver Rosenbauer, seorang petugas komunikasi dengan Prakarsa Pemberantasan Polio Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Negara akan selalu menghadapi risiko terinfeksi ulang, dan itulah yang kami lihat dengan New York dan London, di mana orang yang tidak divaksinasi sekarang menghadapi risiko infeksi dan kelumpuhan," tambah Rosenbauer.

2. Demam Scarlet

Setidaknya 25 anak di Inggris meninggal akibat menderita demam scarlet yang disertai dengan radang versi parah. Sebagai informasi, demam scarlet disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes yang dapat berkembang biak di amandel dan tenggorokan.

Tak hanya di Inggris, demam scarlet juga dilaporkan merebak di AS sendiri, yang disebabkan infeksi bakteri yang disebut Streptococcus grup A. Walau begitu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak mencatat adanya kematian akibat penyakit ini.

Untungnya, radang grup A adalah penyakit bakteri, yang berarti dapat dengan mudah diobati dengan salah satu dari banyak antibiotik yang berbeda, termasuk amoksisilin atau sefaleksin.

Anthony Flores, kepala penyakit menular pediatrik dengan Rumah Sakit Memorial Hermann dan UTHealth Houston, baru-baru ini mengatakan kepada Insider bahwa AS masih akan menghadapi musim virus pernapasan (RSV) musim dingin yang panjang dan dapat memicu banyak kasus radang di bulan-bulan pertama tahun 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.