Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kepri-Kementerian Investasi Bahas Rencana Investasi EBT 

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 16:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kepri-Kementerian Investasi Bahas Rencana Investasi EBT  Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Kepri
Ket. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia di Jakarta.

TANJUNGPINANG - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membahas rencana investasi energi baru terbarukan (EBT) dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia.

Gubernur Ansar menemui Menteri Bahlil di kantornya, Jakarta, untuk berkoordinasi tentang beberapa permohonan dari investor yang berminat melakukan investasi EBT atau energi hijau di Kepri.

"Hal ini perlu kita konsultasikan, mengingat adanya rencana investasi energi hijau yang cukup besar. Kita menyambut baik rencana investasi ini, karena Kepri merupakan wilayah strategi perbatasan negara yang memiliki daya tarik investasi ekonomi yang tinggi" kata Gubernur Ansar di Jakarta, Jumat (6/1).

Menurut dia, rencana investasi tersebut juga telah ditetapkan sebagai salah satu daerah yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat.

Dia menyatakan perusahaan Gurin Energy Pte.Ltd yang berkantor pusat di Singapura telah melakukan tahap awal mengajukan permohonan investasi EBT yang akan ditangani oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri.

"Ini rencana investasi untuk sektor energi melalui rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dengan kekuatan 2 Gigawatt. Total investasi sebesar 2,5 miliar dollar atau setara Rp37 triliun dengan kebutuhan lahan 2.000 hektar," papar Ansar.

Sementara, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyambut baik usaha Gubernur Ansar dalam melayani dan memfasilitasi para investor dalam menanamkan modal asing (PMA).

Sebaiknya Anda baca juga:

"Ini bentuk dari pelayanan kita sebagai pemerintah sehingga para investor memiliki jaminan hukum agar investasinya dapat berjalan baik" ujarnya.

Lanjut Bahlil menyampaikan usai pelaksanaan Presidensi G20 2022, Presiden RI Joko Widodo telah menyampaikan bahwa Indonesia ke depan akan mulai menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

"Konsep energi hijau sudah semestinya dilaksanakan di Indonesia. Untuk itu saya mendukung akan rencana investasi ini dan akan dilakukan pembahasan lebih lanjut termasuk bersama Pemprov Kepri," ucapnya.

Sementara itu Country Director Gurin Energy Pte. Ltd Diko Dewantomo Darwoto ikut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Ansar yang telah memfasilitasi dan melayani pihaknya sebagai salah satu investor.

"Kami telah diarahkan serta telah dilakukan pembahasan awal untuk menjamin agar investasi ini bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah," kata Diko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.