Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah 4 Januari: Perpindahan Ibu Kota RI ke Yogjakarta Akibat Serangan Belanda

📅 Rabu, 04 Jan 2023, 18:10 WIB | Oleh:
Sejarah 4 Januari: Perpindahan Ibu Kota RI ke Yogjakarta Akibat Serangan Belanda Doc: Wikimedia Commons.
Ket. Kondisi Jalan Malioboro, Jogjakarta dahulu kala.

Sebelum rencana perpindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, Jakarta telah lama berkedudukan sebagai ibu kota Republik Indonesia bahkan sejak zaman pemerintahan kolonial. Namun dalam sejarahnya, perpindahan ibu kota dari Jakarta ini bukan yang pertama kali terjadi.

Dengan sejumlah alasan, status Jakarta sebagai ibu kota Indonesia sempat tercabut dan tergantikan dengan daerah lain, walau hanya untuk sementara. Salah satunya, Pada 4 Januari 1946 silam. Tepat 76 tahun yang lalu, ibu kota RI untuk sementara waktu resmi berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta.

Perpindahan ibu kota ini terjadi karena Belanda kembali berusaha menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu setelah mereka berhasil mengalahkan Jepang dalam Perang Dunia Kedua.

Hanya beberapa pekan setelah Indonesia merdeka, Belanda melancarkan serangan demi serangan untuk menguasai Indonesia. Tentara Belanda bahkan berhasil memasuki Jakarta pada 29 September 1945.

Walau petinggi pemerintahan RI yang dipimpin Soekarno dan Mohammad Hatta kala itu sudah berupaya mempertahankan ibu kota, situasi yang kian genting memanas dan membuat Jakarta tidak lagi aman.

Pada sisi lain, keberhasilan Belanda menduduki Jakarta juga membuat eksistensi pemerintah Indonesia di mata dunia internasional menjadi lemah.

Atas pertimbangan tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Pakualam VIII pada 2 Januari 1946 kemudian mengirim kurir ke Jakarta untuk menyampaikan pesan. Kepada Soekarno, Ia menyarankan agar ibu kota pindah ke Yogyakarta untuk sementara waktu.

Tawaran itu pun langsung direspons oleh Sukarno dengan menerima saran Sultan Hamengku Buwono. Rencana pun disusun dengan cermat mengingat Jakarta sangat tidak aman karena kehadiran tentara Belanda.

Pada 3 Januari 1946 jelang tengah malam, sebuah gerbong kereta yang ditarik dengan lokomotif uap tiba di kediaman Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat. Lampu kereta itu bahkan dimatikan untuk tidak memancing kecurigaan tentara Belanda.

Keesokan harinya, rombongan gerbong kereta rahasia itu tiba dengan selamat di Yogyakarta Pada 4 Januari 1946. Kedatangan Soekarno dan pejabat lainnya pun disambut oleh Sultan HB IX, Paku Alam VIII, dan Jenderal Soedirman.

Sejak hari kedatangan itu, ibu kota RI secara resmi berada di Yogyakarta. Sementara, kendali keamanan di Jakarta diserahkan kepada Letnan Kolonel Daan Jahja yang juga Gubernur Militer Kota Jakarta.

Seluruh biaya operasional pemerintahan dan para pejabat RI selama berada di Yogyakarta bahkan ditanggung oleh Kraton Yogyakarta dengan bantuan Kadipaten Pakualaman. Hal ini dilakukan mengingat kondisi keuangan negara kala itu sedang buruk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.