51 Orang Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Filipina
📅 Selasa, 03 Jan 2023, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: EPA
MANILA - Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Filipina bertambah menjadi 51 orang, kata para pejabat pada Senin (2/1). Pihak berwenang mendistribusikan paket makanan ke masyarakat yang paling terpukul.
Jumlah korban jiwa dapat meningkat karena tim penyelamat masih mencari 19 orang yang masih hilang lebih dari seminggu setelah hujan lebat mengguyur wilayah tengah dan selatanFilipina selama akhir pekan Natal, menurut badan bencana nasional negara itu.
Cuaca buruk melanda saat negara yang penduduknya mayoritas Katolik itu bersiap untuk liburan Natal yang panjang.
Lebih dari 270.000 orang harus mencari tempat berlindung darurat karena hujan deras menggenangi pedesaan, menyebabkan lebih dari 4.500 rumah rusak atau hancur, dan memusnahkan lebih dari 7.000 hektare ladang.
Alih-alih merayakan Natal, ribuan keluarga terpaksa haru membersihkan tempat tinggal dan toko mereka setelah banjir surut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian besar korban jiwa berada di provinsi Misamis Occidental, di pulau selatan Mindanao, di mana 19 orang meninggal karena tenggelam atau tertimbun longsor akibat hujan.
Filipina termasuk negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa badai menjadi lebih kuat saat Bumi menjadi lebih hangat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!