Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan pada 2023 Makin Kompleks dan Sulit Diprediksi

📅 Kamis, 22 Des 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Direktur eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, yang diminta pendapatnya menyampaikan 10 mitra dagang utama Indonesia pada tahun depan akan mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan. Artinya, permintaan terhadap produk-produk Indonesia akan menurun. "Pertumbuhan ekspor tahun depan hanya 10 persen, turun dari tahun ini yang mencapai 20 persen. Begitu juga impor, pertumbuhannya hanya 10 persen dari tahun ini sebesar 17 persen," sebut Tauhid.

Penurunan ekspor, terang Tauhid, tentu berimplikasi pada penurunan impor karena mayoritas impor Indonesia ialah bahan baku dan barang modal yang nanti digunakan untuk menghasilkan suatu produk.

Oleh karena itu, lanjut Tauhid, pemerintah perlu melakukan diversifikasi ekspor ke negara-negara yang ekonominya baik, seperti India dan Tiongkok.

"Tiongkok itu meskipun melambat, tetapi ekonominya masih baik masih tumbuh 7 persen," terangnya.

Kemudian, harus memperbanyak produk yang diekspor. Lalu yang diekspor juga produk-produk jadi yang bisa memberi nilai tambah.

"Pasar domestik harus diperkuat karena akan menjadi penopang ketika pasar ekspor melambat," kata Tauhid.

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan prediksi mengenai perdagangan global diperkirakan akan memburuk pada 2023 memang benar.

"Selama perang yang menjadi penyebab utama masih berlangsung, dampaknya akan tetap terasa di perdagangan global. Apalagi sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Ukraina akan berakhir, perang masih berkecamuk. Pihak-pihak yang bertikai belum melakukan dialog yang arahnya bisa membawa ke akhir perang," kata Wibisono.

Walaupun demikian, ada sedikit harapan, dengan tahap awal kepulihan di Amerika Serikat (AS) di mana inflasi turun dari 9 persen menjadi 7 persen. Pemulihan itu diharapkan bisa menular ke negara lain. "Ini menjadi tantangan bagi AS apakah perbaikannya mampu mempengaruhi perekonomian global," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.