Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Pegawai Kota Besar Banting Setir Jadi Petani di Desa

📅 Rabu, 19 Okt 2022, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fenomena Pegawai Kota Besar Banting Setir Jadi Petani di Desa Doc: ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN
Ket. Foto dokumen: Petani memanen kopi.

Surabaya - Pendiri Initial Coffee Roaster Surabaya Ivan Hartanto mengungkapkan bahwa banyak pekerja di kota-kota besar di Indonesia yang membanting setir menjadi petani untuk menyuburkan UMKM di tanah kelahiran mereka.

"Fenomena yang orang mungkin tidak banyak diketahui adalah dengan ramainya Coffee Shop di Indonesia, membuat banyak orang yang kerja di kota besar untuk pulang kembali ke daerah asalnya untuk membentuk koperasi di tanah kelahirannya masing-masing," ungkap Ivan Hartanto di Surabaya, Selasa.

Fenomena ini berbanding terbalik dengan yang ada di negara bagian Amerika, yang justru mereka malah untuk bekerja sebagai petani, dan banyak memilih untuk bekerja di kota-kota besar di sana.

"Tren ini belakangan hanya ada di Indonesia, orang luar negeri sana mereka tidak mau jadi petani, mereka lebih suka kerja di kota besar seperti di Mexico dan lainnya," kata dia.

Dengan adanya tren yang seperti ini, justru akan memberikan banyak manfaat bagi para petani lokal untuk semakin eksis di berbagai lahan yang mereka tekuni dan salah satunya adalah petani kopi.

Dengan banyaknya pegawai kota-kota besar yang sadar pentingnya industri pertanian di tanah kelahiran mereka, justru akan memberikan banyak kelebihan dan juga jangkauan bagi para produsen mengembangkan produknya ke luar kota hingga luar negeri dengan memanfaatkan teknologi yang mereka kuasai.

"Dari situ kita bisa komunikasi dan kenal dengan mereka. Bahkan, banyak petani yang memang lulusan sarjana S1 bahkan S2," tutur dia.

Sebagaimana diketahui bersama, Tokopedia mencatat bahwa pada semester I 2022 terdapat kenaikan jumlah transaksi dan pembeli, khususnya di Surabaya yang mencapai hampir 1,5 kali lipat.

Dalam hal ini, Initial Coffee Roaster Surabaya juga telah banyak menjalin kerjasama dengan para petani lokal mulai dari 750 hingga 1000 petani kopi setiap tahunnya dan tanpa perantara.

"Hal itu kami lakukan untuk memberikan manfaat langsung dari apa yang mereka sudah kerjakan selama ini," tutup dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.