Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Desakan untuk Tinggalkan Energi Fosil Makin Menguat

📅 Selasa, 06 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, meminta pemerintah segera mengubah skema subsidi dan tidak lagi mensubsidi energi fosil karena hanya menambah beban negara dan tidak sejalan dengan upaya mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060.

"Subsidi sebaiknya dialihkan untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT)," katanya.

Dia mengatakan kalau menerapkan geopolitik internasional, saat ini tidak ada lagi yang diperbolehkan untuk mensubsidi minyak. Minyak akan dipandang sebagai barang ilegal, sumber polusi, dan penyakit, yang malah akan dikenakan cukai oleh negara.

"Harga minyak pasti naik, akan langka, bukan karena tidak ada minyak mentah di dalam perut bumi, tapi tak ada satu lembaga keuangan pun yang boleh membiayai eksplorasi dan eksploitasinya. Sementara perdagangan minyak makin tergencet pajak ekspor impor, konsumsi minyak digencet cukai," kata Salamuddin.

Belum berhenti di situ, setelah kesepakatan Paris dan COP 26 Glasgow, minyak yang langka kembali dikenakan pajak karbon. Tidak main-main, pajaknya mencapai 250 dollar AS per ton karbon yang diproduksinya. Bayangkan, satu liter minyak sama dengan 1,70 kilogram karbon. "Jadi, harga jual BBM sekarang harus naik 1,7 kali lagi. Minyak akan langka, mahal, dan bisa jadi bahan bakar tercela dan terlarang," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Dukung Zero 2027, Kemenhub Buat Aplikasi Sumba

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Dukung Zero 2027, Kemenhub ...

Cermati Data Inflasi AS, 26 Juni 2026

52 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Cermati Data Inflasi AS, 26...
Kejutan Besar, Ekuador Lolos ke 32 Besar Usai Taklukkan Jerman 2-1 pada Laga Terakhir Grup E

Kejutan Besar, Ekuador Lolos ke 32 Besar Usai Taklukkan Jerman 2-1 pada Laga Terakhir Grup E

26 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.