Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Ada Oknum PNS Menyimpang, Padahal Strategi dari KPK untuk Cegah Korupsi di Jajaran ASN Sudah Bagus

📅 Rabu, 31 Agu 2022, 06:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masih Ada Oknum PNS Menyimpang, Padahal Strategi dari KPK untuk Cegah Korupsi di Jajaran ASN Sudah Bagus Doc: ANTARA/HO-Adpim Jatim
Ket. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka bimtek bagi para pejabat ASN dan keluarganya yang digelar KPK di Surabaya, Selasa (30/8).

Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tiga strategi pencegahan korupsi kepada pejabat aparatur sipil negara (ASN) beserta keluarganya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Direktur Jejaring Pendidikan KPK Aida Ratna Zulaiha dalam keterangan pers di Surabaya Selasa mengatakan strategi yang pertama yaitu strategi pendidikan yang dilakukan dalam rangka menanamkan nilai supaya orang tidak ingin atau tidak mau korupsi.

"Kedua adalah strategi pencegahan dilakukan melalui upaya pencegahan dan perbaikan sistem supaya orang tidak bisa korupsi," katanya di sela kegiatan bimtek pencegahan korupsi.

Ketiga, lanjut Aida, adalah strategi penindakan dilakukan melalui proses penanganan perkara mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga eksekusi supaya orang kemudian takut dan jera.

"Jadi kenapa KPK melakukan kegiatan pendidikan anti korupsi ini, untuk selalu mengingatkan tentang pentingnya nilai-nilai integritas agar selalu ditanamkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadi bagian dari perilaku anti korupsi," ujarnya.

Melalui kegiatan bimtek keluarga berintegritas ini, Aida berharap dapat menumbuhkan dan melaksanakan kembali nilai-nilai integritas dalam kehidupan keluarga.

"Mengingatkan keluarga kita untuk saling mengingatkan saling peduli dan menyayangi hidup rukun, harmonis, serta dapat membimbing dan membesarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik," tuturnya.

Aida berpesan setiap istri atau suami harus kritis pada pendapatan pasangannya yang menjadi pejabat di luar gaji dan tidak menuntut secara berlebihan agar terhindar dari perilaku korupsi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir secara langsung membuka Bimtek secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KPK.

Menurutnya bimtek sangat penting sebagai langkah preventif dan edukatif anti korupsi berbasis keluarga.

"Ini pola yang sangat bagus. Pejabat laki-laki membawa istrinya dan yang perempuan membawa suaminya. Pola ini dilakukan agar sama-sama bisa saling memahami betapa pentingnya menjaga integritas berbasis keluarga untuk menghindari perilaku koruptif," ucapnya.

Dengan tema "Mewujudkan Keluarga Antikorupsi Melalui Penanaman Nilai-Nilai Integritas", Khofifah berharap kegiatan ini bisa dilakukan rutin atau berkala.

"Ini penting, sebab integritas dalam diri seseorang harus terus menerus dipompa dan diinjeksi demi menghindari adanya distorsi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Berpotensi Melemah, 6 Agust...
Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

06 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.