Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siklus Inflasi Tinggi Berpotensi Terulang

📅 Kamis, 04 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Sekarang, APBN bahkan masih surplus. Sampai Juni surplus 73,6 triliun rupiah, padahal tahun lalu sampai Juni defisit 283 triliun rupiah. Tahun ini targetnya sampai akhir tahun kan defisit 4,85 persen dari PDB, jadi masih aman untuk subsidi. Karena APBN dapat windfall lonjakan harga komoditas sehingga penerimaan juga mengalami lonjakan besar. Nah, tahun depan? Bisa berat," papar Faisal.

Sementara itu, Pakar Ekonomi dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Surabaya, Leo Herlambang, memperkirakan lonjakan inflasi RI sangat bergantung dari sejumlah faktor seperti kecukupan devisa, ketersediaan barang kebutuhan, tingkat suku bunga, dan investasi asing.

Menaikkan Suku Bunga

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan secara teori, untuk mengendalikan inflasi harus menaikkan suku bunga. Namun demikian, di sisi lain harus ada upaya penguatan daya beli. Selain itu, perusahaan-perusahaan juga harus melakukan mitigasi risiko, agar produknya tetap terjangkau oleh konsumen.

Menurut dia, efisiensi harus dilakukan agar biaya produksi lebih rendah dan harga produk lebih murah sehingga kompetitif di pasar. "Ini tentunya berpengaruh dalam perekonomian kita, jangan sampai sektor riil lesu," kata Esther.

Di sektor keuangan, kenaikan suku bunga harus dilakukan hati-hati karena akan berdampak pada cost of capital, sehingga ada sensitivitas harga yang akhirnya mengarah ke resesi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bogor Fokus Hadirkan Pusat-...
Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...
Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...
Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.