Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siklus Inflasi Tinggi Berpotensi Terulang

📅 Kamis, 04 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Siklus Inflasi Tinggi Berpotensi Terulang Doc: Sumber: Bank Indonesia - KJ/ONES

» Kalau tidak hati-hati mengelola produksi pangan nasional dan terus mengandalkan impor, bukan tidak mungkin inflasi akan tiba-tiba melesat.

» Untuk mengendalikan inflasi harus menaikkan suku bunga dan menjaga daya beli.

JAKARTA - Tren inflasi nasional yang cenderung meningkat akibat kenaikan harga barang dan jasa diperkirakan bisa mengulang siklus inflasi pada 2013 dan 2014 yang menukik ke level 8 persen lebih. Siklus tersebut menunjukkan sebelum melesat ke level 8 persen, inflasi pada beberapa tahun cenderung terkendali di level 3 persen, lalu bergerak ke level 4 persen.

Guru Besar Ekonomi Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan pemerintah harus mewaspadai masa panen padi gadu pada periode Agustus- Desember karena bisa saja menambah peliknya masalah harga pangan saat ini.

Kalau tidak hati-hati mengelola produksi pangan nasional dan masih terus mengandalkan impor, bukan tidak mungkin inflasi akan tiba-tiba melesat karena masalah stok pangan internasional saat ini berbeda situasinya dengan yang terjadi pada 2013-2014 lalu. Saat ini jauh lebih pelik.

"Hari ini sebabnya kan perang yang tidak hanya menekan pangan, tapi juga energi. Energi itu selain pengaruh langsung ke konsumsi, juga mendongkrak harga pertanian karena pengaruh dari pupuk yang diproduksi dari gas dan juga dari biaya distribusi," kata Dwijono saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (3/8).

Indonesia saat ini memasuki musim kemarau yang setiap tahun selalu akan menekan stok dalam negeri terutama beras. Padi gadu (masa paceklik panen) yang ditambah kelangkaan pupuk dan tekanan harga BBM tentu akan membuat rentetan masalah di pertanian desa.

"Cabai sampai sekarang masih mahal. Bawang, beras, sama saja belum aman. Apalagi gandum, kita impor 100 persen. Inilah pentingnya kita segera diversifikasi konsumsi pangan agar tidak terlambat," kata Dwijono.

Diversifikasi, katanya, sangat penting untuk mengalihkan selera masyarakat dari produk gandum yang hanya bisa didapat dari impor. Tanpa perubahan selera di masyarakat, sulit bagi negara ini lepas dari kebergantungan pada impor.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform Economics (CORE), Mohammad Faisal, menyatakan bahwa inflasi pada tahun ini akan melewati prediksi terakhir BI yang mencapai 5 persen.

"Saya kira akan bertengger di angka 6 persen dan bisa memburuk tahun depan karena bantalan subsidi yang diambil dari pendapatan ekspor komoditas andalan diperkirakan harganya turun tahun depan," katanya.

Hingga saat ini, pemerintah memang menegaskan akan mempertahankan subsidi pada bahan bakar minyak, listrik, dan gas elpiji untuk mengendalikan inflasi, termasuk memberi bantuan sosial.

Namun, kekuatan pemerintah menahan subsidi tersebut bisa tergerus jika harga komoditas turun dan itu diperkirakan akan terjadi pada tahun depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bogor Fokus Hadirkan Pusat-...
Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...
Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...
Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.