Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia Menilai Perang di Ukraina Memicu Resesi Global

📅 Jumat, 27 Mei 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sementara itu, Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRK), Said Abdullah, mengatakan perang Russia-Ukraina berdampak secara luas dan dalam. Implikasinya bukan hanya pada sektor ekonomi dan keamanan, namun juga mempengaruhi sektor produksi, dan ketahanan pangan.

"Jika sektor ini terpengaruh, bisa memunculkan bencana kelaparan terutama di negara-negara yang sangat terpengaruh perdagangan pangan global dan pada negara yang produksi pangannya terbatas," papar Said.

Krisis yang lebih dalam juga karena bisa berlangsung lama dan situasinya akan makin berat jika negara-negara produsen pangan lainnya mengambil aksi atau tindakan yang memperberat situasi pangan global. India misalnya yang sudah mengumumkan menahan gandumnya tidak dijual ke pasar global untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Dalam jangka panjang, situasi seperti itu kurang menguntungkan Indonesia karena merupakan salah satu negara importir gandum terbesar di dunia. Begitu juga sangat mengandalkan pasokan bahan baku pembuatan pupuk dari negara yang bertikai itu.

"Perlu upaya untuk mengantispasi dengan mencari sumber supplier baru. Dalam jangka panjang perlu digeser ke penggunaan pupuk organik," katanya.

Pakar Pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan pemerintah perlu mengantisiasi krisis pupuk yang akan membuat petani sebagai penanggung risiko terbesar menjadi korban, yang berujung pada negara semakin jauh dari kemandirian pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.