Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Larangan Ekspor yang Meluas Membuat Harga Pangan Makin Tidak Terkendali

📅 Kamis, 19 Mei 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Seiring perang berlanjut, ada kemungkinan yang berkembang bahwa kekurangan pangan, terutama biji-bijian dan minyak sayur, akan menjadi akut, membuat lebih banyak negara beralih ke pembatasan perdagangan," tulis analis PIIE Joseph Glauber, David Laborde dan Abdullah Mamun.

Menurut Financial Times, selama akhir pekan, kelompok tujuh negara industri (G7) mengeluarkan peringatan tentang risiko krisis kelaparan dunia, kecuali Russia mencabut blokade terhadap gandum Ukraina yang saat ini tertahan di pelabuhan Ukraina.

Negara-negara lain yang baru-baru ini menerapkan larangan ekspor makanan termasuk Indonesia, yang membatasi ekspor minyak sawit, bahan utama yang digunakan dalam banyak produk makanan dan non-makanan.

Mirip dengan India, Indonesia menyebutkan perlunya memastikan ketersediaan pangan di dalam negeri, setelah inflasi pangan global melonjak ke rekor tertinggi setelah perang. Indonesia menyumbang lebih dari setengah pasokan minyak sawit dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.