Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Larangan Ekspor yang Meluas Membuat Harga Pangan Makin Tidak Terkendali

📅 Kamis, 19 Mei 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Larangan Ekspor yang Meluas Membuat Harga Pangan Makin Tidak Terkendali Doc: Berbagai sumber - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Negara-negara produsen pangan semakin membatasi ekspor komoditas mereka untuk menjaga stok kebutuhan dalam negeri masing-masing. Meluasnya larangan ekspor dari negara-negara produsen tersebut, makin membuat harga pangan global tidak terkendali.

Dewan Penasihat Institut Agroekologi Indonesia (Inagri), Ahmad Yakub, yang diminta pendapatnya mengatakan dengan makin banyaknya negara yang melarang ekspor pangan maka yang akan paling menderita adalah kelompok paling rentan yakni orang miskin, dan terutama perempuan dan anak-anak orang miskin.

Kebijakan negara pada saat ini, menurut Yakub, mesti fokus pada penanganan jangka pendek potensi rawan pangan yang sensitif pada kebutuhan kelompok paling rentan dan penanganan jangka panjang yakni mendorong kemandirian pangan yang selama ini cenderung masih menjadi retorika.

"Jangka pendek jaminan sosial jangan sampai bocor dan tepat sasaran. Jangka panjang, diversifikasi pangan sehingga bisa substitusi pangan itu benar-benar dilaksanakan," kata Yakub.

Pangan dan energi, katanya, tidak hanya berdimensi ekonomi, tapi merupakan kebutuhan paling fundamental sebuah bangsa. Sebab itu, dalam menyikapi masalah pangan tidak boleh semata-mata hanya pertimbangan ekonomi, tetapi mesti pertimbangan sustainability bangsa jauh ke depan.

"Pangan dan juga gizi, kaitannya sama keberlanjutan sebuah bangsa yakni kualitas manusianya, penduduknya. Pangan dan kecukupan gizi kurang, kita semua akan menderita. Ini harus jadi kebijakan dasar bagaimana kemandirian pangan bisa segera dieksekusi," kata Yakub.

Seperti diketahui, India telah melarang ekspor gandum karena harga gandum yang melonjak tahun ini disebabkan perang Russia-Ukraina. Kedua negara merupakan eksportir komoditas terbesar yang berdasarkan catatan Bank Dunia, Russia-Ukraina menyumbang 29 persen ekspor gandum global.

Harga gandum melonjak sekitar 6 persen, pada Senin (16/5), setelah pengumuman larangan ekspor India, akhir pekan lalu. "Dengan harga pangan yang sudah tinggi karena gangguan rantai pasokan terkait Covid-19 dan penurunan hasil panen tahun lalu, invasi Russia berlangsung pada saat yang buruk bagi pasar pangan global," kata Peterson Institute for International Economics (PIIE), think tank berbasis di Washington.

Menurut PIIE, Russia dan Ukraina termasuk di antara lima pengekspor global teratas untuk banyak jenis sereal dan biji minyak penting, seperti jelai, bunga matahari dan minyak bunga matahari, serta jagung.

Selain India, Russia dan Ukraina, Mesir, Kazakhstan, Kosovo, dan Serbia juga telah melarang ekspor gandum karena kekhawatiran terhadap inflasi dan ketahanan pangan.

Bukan hanya gandum, banyak negara juga telah menerapkan larangan ekspor makanan lainnya karena inflasi global yang melonjak akibat krisis Ukraina.

Harga telah melonjak untuk berbagai macam produk makanan lainnya, berkontribusi terhadap kenaikan inflasi di seluruh dunia. Beberapa produk tersebut antara lain minyak bunga matahari, minyak sawit, pupuk dan biji-bijian.

Tidak Menentu

Selain harga pangan yang naik, pasokan berbagai produk pangan juga tidak menentu. Ukraina belum dapat mengekspor biji-bijian, pupuk dan minyak sayur, sementara konflik juga menghancurkan ladang tanaman dan mencegah musim tanam yang normal. Pemerintah Ukraina juga menuduh Russia mencuri beberapa ratus ribu metrik ton biji-bijian dan menjualnya kembali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Target ekspor industri mebe...

Final Kejurnas GTX Motocross 2026

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Final Kejurnas GTX Motocros...
Daerah
Disbudpar: Pemkab Siapkan R...
Megapolitan
Polisi Tangkap Pria DA, Did...
Megapolitan
Pria 42 Tahun Diduga Curi M...

Tradisi Hekente di Wakatobi

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Tradisi Hekente di Wakatobi
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.