Lonjakan Harga Pangan Global Berpotensi Memicu Krisis Sosial
📅 Selasa, 17 Mei 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPenguatan pangan lokal, kata dia, demi menekan kebergantungan impor pangan, sehingga pasokan pangan dalam negeri tidak rentan terganggu dampak global. Sedangkan untuk kemandirian pangan dalam jangka pendek perlu diperhatikan fluktuasi permintaan dan penawaran yang bisa diantisipasi.
"Dari sisi penawaran kegagalan panen akibat kekeringan dan bencana banjir, juga relatif bisa diperkirakan. Untuk itu, peranan Bulog sebagai penyangga harga perlu diefektifkan," katanya.
Diminta terpisah, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan food security sudah ada di Indonesia sejak sebelum pandemi dan perang.
Beberapa tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan seperti perubahan iklim dan bencana alam, urbanisasi, transisi demografi di sektor pertanian, teknologi dan produktivitas yang rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tantangan lainnya, rantai distribusi pangan panjang, biaya tinggi dan manajemen yang lemah.
Kebijakan ketahanan pangan, jelasnya, sebaiknya mempertimpangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan kesehatan. "Indonesia bisa mencontoh negara Filandia jika ingin mewujudkan kedaulatan pangan. Negara tersebut berada di urutan pertama dalam Food Security Index Global 2020," pungkas Esther.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!