Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gadis Suku Yanomami Diperkosa dan Dibunuh Penambang Emas Ilegal, Polisi Brazil Ragukan Laporan Dewan Kesehatan

📅 Sabtu, 07 Mei 2022, 10:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gadis Suku Yanomami Diperkosa dan Dibunuh Penambang Emas Ilegal, Polisi Brazil Ragukan Laporan Dewan Kesehatan Doc: ANTARA/Reuters/Adriano Machado
Ket. Penduduk asli suku Yanomami terlihat di Peleton Perbatasan Khusus Surucucu ke-4 tentara Brasil di kotamadya Alto Alegre, negara bagian Roraima, Brasil, 1 Juli 2020.

BRASILIA - Polisi federal Brazil mengatakan pada Jumat (6/5) bahwa pihaknya masih menyelidiki dugaan pemerkosaan dan kematian seorang gadis Yanomami berusia 12 tahun oleh para penambang emas ilegal, tapi meragukan kebenaran tuduhan itu.

Petugas polisi yang memimpin penyelidikan itu,Daniel Ramos, mengatakan kepada wartawan bahwa wawancara dengan anggota masyarakat desa Aracaa di negara bagian utara Roraima menghasilkan informasi yang kontradiktif, menimbulkan keraguan tentang kasus tersebut.

"Sifat pengaduan tidak sesuai dengan fakta konkret dan nyata," kata Ramos pada konferensi pers di ibu kota negara bagian Boa Vista.

Laporan pemerkosaan dan kematian yang dibuat minggu lalu oleh dewan kesehatan Yanomami Condisi, yang mengatakan penambang telah menculik gadis itu, diikuti oleh laporan bahwa desa itu dibakar habis dan penduduknya telah lenyap.

Ramos mengatakan warga Yanomami telah pindah ke desa lain. Perwakilan penduduk asli mengatakan penduduk desa itu melarikan diri ke hutan untuk menjauh dari penambang emas setelah gadis itu meninggal.

Orang-orang Yanomami tinggal di sebelah perbatasan dengan Venezuela di cagar alam terbesar Brazil yang telah diserang oleh ribuan penambang yang mencari emas secara ilegal, menyebabkan pencemaran sungai, insiden penembakan, dan pelanggaran lainnya.

Usaha besar-besaran penambangan telah membawa penyakit, kekerasan dan pelanggaran berat hak asasi manusia pada orang-orang Yanomami, menurut sebuah studi baru-baru ini yang menyalahkan harga emas yang tinggi dan dukungan diam-diam dari pemerintah.

Perburuan emas di tanah Yanomami yang dilindungi telah meningkat di bawah PresidenBrazil Jair Bolsonaro yang mendukung undang-undang untuk mengizinkan pertanian komersial, penambangan, dan eksplorasi minyak di cagar alam penduduk asli.

Polisi Federal mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketika sedang menyelidiki kematian remaja Yanomami, pihaknya menghancurkan infrastruktur pendukung penambang emas di dekatnya, termasuk pembakaran 17.000 liter bahan bakar.

Tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Di Brasilia, aktivis hak asasi manusia berkumpul di luar badan urusan adat pemerintah Funai untuk memprotes kurangnya perlindungan negara bagi orang-orang Yanomami.

Organisasi pelindung adat utama Brazil, APIB, mengajukan gugatan pada Kamis di hadapan Mahkamah Agung yang meminta tindakan pemerintah untuk melindungi Yanomami dari para penambang emas.

Jaksa yang menangani kasus itu tidak menjawab permintaan untuk berkomentar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Meriah, 2.000 Pelari Ikuti ...

Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bulan ...
Daerah
Mahasiswa UB Asal Madagaska...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.