Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung Sediakan 7.000 Bus untuk Angkut Masyarakat Mudik Lebaran 2022

📅 Sabtu, 23 Apr 2022, 16:30 WIB | Oleh:
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung Sediakan 7.000 Bus untuk Angkut Masyarakat Mudik Lebaran 2022 Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi Bus Mudik

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyediakan 7.000 unit bus untuk mengangkut masyarakat yang akan mudik pada Idul Fitri 1443 Hijriah atau mudik Lebaran 2022. Ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman yang diperbolehkan pemerintah pada tahun ini.

Kepala Bidang Keselamatan dan Ketertiban Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kuswara mengatakan, ribuan bus tersebut tengah dites kelaikannya oleh petugas. Hal tersebut untuk memastikan keamanan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik.

"Sebanyak 7.000 bus akan diturunkan dalam mudik ini yang tersebar di wilayah barat yakni Leuwipanjang dan timur yakni Terminal Cicaheum," kata Asep di Bandung, Jawa Barat, dikutip Kamis (21/4).

Asep menjelaskan, pemeriksaan dan inspeksi (ramp check) kelaikan armada angkutan mudik di Kota Bandung telah dilakukan pada Kamis (14/4). Ia menekankan, pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda).

Ia juga mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 bus di Terminal Leuwipanjang. Hasilnya, kata dia, hanya ada dua armada yang layak jalan untuk digunakan perjalanan mudik.

Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran banyaknya unit yang tidak beroperasi sejak larangan mudik diberlakukan dua thaun ke belakang seiring adanya pandemi Covid-19.

"Contohnya itu banyak yang bermasalah di wiper atau pembersih kaca saat hujan. Meski sepele, tapi ini sangat dibutuhkan kalau hujan. Lalu ada juga kaca film. Harusnya tidak boleh pakai kaca film karena tidak aman. Atau lampu isyarat arah yang rusak," ujar Asep.

Asep menekankan, meski mudik tahun ini sudah mendapat lampu hijau, masyarakat harus tetap menjaga keselamatan. Terlebih, di masa pandemi saat ini keselamatannya harus digandakan.

"Pertama, jaga keselamatan dengan prokes, jangan terlena. Kedua, jaga keselamatan dengan perhatikan layak jalan kendaraan dan pengemudinya juga. Jangan segan menegur dan melaporkan pengemudi yang ugal-ugalan," tutur Asep.

Sebelumnya, pemerintah tahun ini memperbolehkan masyarakat melakukan perjalanan mudik lebaran dengan menekankan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat. Bagi warga yang sudah memenuhi vaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga atau penguat tidak perlu memperlihatkan syarat apapun saat melakukan perjalanan mudik.

Sementara bagi warga yang baru menjalani vaksinasi dosis kedua diminta melengkapi syarat hasil tes antigen dan tes PCR untuk mereka yang baru sekali menerima vaksin Covid-19.

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para pemudik untuk berangkat lebih awal ke kampung halaman masing-masing. Ini bertujuan agar para pemudik menghindari puncak arus mudik Idul Fitri 1433 H yang diperkirakan berlangsung pada 28, 29 dan 30 April 2022.

Jokowi mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan survei dan hasilnya diperkirakan 23 juta unit mobil dan 17 juta unit sepeda motor akan digunakan oleh para pemudik selama musim arus mudik Idul Fitri 1433 H.

"Ini adalah jumlah yang sangat besar dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah. Oleh karena itu saya mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus mudik pada 28, 29 dan 30 April 2022," kata Jokowi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Hingga Juli PT KAI Berhasil...
Otomotif
Penjualan Mobil Listrik Kor...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.