Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Neraca Perdagangan RI Surplus 23 Bulan secara Beruntun

📅 Senin, 18 Apr 2022, 17:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Neraca Perdagangan RI Surplus 23 Bulan secara Beruntun Doc: Antara
Ket. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 4,53 miliar dollar AS pada Maret 2022 dengan nilai ekspor 26,50 miliar dollar AS dan impor 21,97 miliar dollar AS.

"Kalau dari catatan kami, neraca perdagangan ini mengalami surplus selama 23 bulan secara beruntun," kata Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/4).

Margo memaparkan komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar berasal dari bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

"Ketiganya adalah komoditas nonmigas yang memberikan andil terhadap surplus pada Maret 2022," ujar Margo.

Adapun tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu perdagangan dengan Amerika Serikat, India, dan Filipina.

Dengan AS, perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 2 miliar dollar AS dengan komoditas penyumbang surplus terbesar adalah lemak dan minyak hewan nabati serta alas kaki.

Kemudian, perdagangan RI dengan India juga mengalami surplus sebesar 1,2 miliar dollar AS dengan penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral, serta minyak hewan nabati.

Terakhir yakni dengan perdagangan dengan Filipina yang juga surplus 916,9 juta dollar AS, di mana komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakat mineral, serta kendaraan dan bagiannya.

Sebaliknya, perdagangan Indonesia juga mengalami defisit dengan beberapa negara, yaitu Thailand, Australia, dan Argentina.

Dengan Thailand, Indonesia mengalami defisit 565,6 juta dollar AS, dengan komoditas utama penyumbang defisit adalah gula dan kembang gula, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya.

Selain itu, transaksi perdagangan RI dengan Australia juga mengalami defisit 515 juta dollar AS dengan komoditas penyumbang defisit yang utama adalah bahan bakar mineral dan serealia.

Kemudian, perdagangan Indonesia dan Argentina juga terjadi defisit 261,6 juta dollar AS dengan komoditas serealia.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Maret 2022 masih mengalami surplus 9,33 miliar dollar AS. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sama pada 2021 yang angkanya surplus 5,52 miliar dollar AS dan pada 2020 yang angkanya surplus 2,54 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Presiden AS Donald Trump Ka...
Megapolitan
Sekda: Kota Bogor Jadi Tuan...
Ekonomi
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang...
Megapolitan
PLN Kawal Keandalan Listrik...
Megapolitan
PLN UID Jakarta Raya Perkua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.