Ngeri! Amerika Serikat Punya Rudal Balistik Sentinel Baru Berhulu Ledak 300 Kiloton TNT, Dunia Harus Waspada?
📅 Sabtu, 16 Apr 2022, 12:30 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: istimewa
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) memperkenalkan salah satu senjata nuklir terbarunya. Ini bertujuan untuk menambah kekuatan militer yang dimiliki Negeri Paman Sam tersebut.
Senjata nuklir tersebut merupakan Ground-Based Strategic Deterrent (GBSD) yang baru, bernama LGM-35A Sentinel. Rudal balistik antarbenua (ICBM) tersebut disebut mampu membawa hulu ledak nuklir setara 300 kiloton TNT.
"Sentinel adalah ICBM generasi berikutnya yang kami butuhkan. Sistem ini akan menjadi pencegah yang sangat tangguh dan mampu membawa stabilitas global bagi kami dan sekutu selama beberapa dekade mendatang," kata Komandan Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat, Jenderal Anthony Cotton, dikutip dari laman Air Force (af.mil), Senin (11/4).
Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall juga telah menyetujui penunjukkan senjata nuklir tersebut. Sebab, sistem persenjataan nuklir telah menjadi bagian dari sistem keamanan AS selama beberapa dekade.
"Selama ini, Departemen Angkatan Udara terus berjaga-jaga, selalu waspada dan siap," ucap Kendall.
Sebaiknya Anda baca juga:
LGM-35A Senitinel merupakan sistem peluncuran, penerbangan, dan infrastruktur terintegrasi yang dilengkapi dengan fungsi komando dan kontrol terbaru. Senjata tersebut direncanakan beroperasi hingga tahun 2070-an.
Kendall menjelaskan, LGM-35A Sentinel akan memberikan kontinuitas dalam pencegahan strategis sekaligus hemat biaya. Ini akan menggantikan armada ICBM berbasis darat USAF yang terdiri dari LGM-30G Minuteman III. Adapun, LGM-30G yang menua telah beroperasi sejak tahun 1970-an.
Pangkalan rudal USAF, termasuk Wyoming, F.E. Warren, Montana, Minot dan Malmstrom, akan menampung LGM-35A baru. Sistem Minuteman III dan Sentinel akan memenuhi standar keselamatan nuklir menggunakan infrastruktur yang tersedia di pangkalan USAF selama masa transisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, rudal balistik LGM-35A Sentinel disebut akan dikirim ke target yang ditentukan dengan dua cara. Pertama diluncurkan melalui udara, sementara yang kedua diluncurkan dari silo rudal berbasis darat. Adapun rudal tersebut kemungkinan ditenagai oleh mesin roket berbahan bakar padat tiga tahap.
Sedangkan, sistem navigasi rudal tersebut akan dibangun melalui GPS dan sistem navigasi astro-inersia. Sehingga, selain penentuan posisi dan penargetan satelit, rudal tersebut akan menerima akselerometer dan giroskop.
Dengan begitu, memungkinan rudal mengukur setiap bidang dan arah, kecepatan, pada penghitungan jarak yang tepat ke target, dan konversi jarak dan arah, jarak dan azimuth ke tujuan.
Sebagai informasi, pengujian Ground Based Strategic Deterrent (GBSD) akan dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Hill, Utah, dan di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg (VSFB), California.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!