Ekonomi Global Lanjutkan Pertumbuhan yang Tidak Seimbang
📅 Selasa, 22 Mar 2022, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMenurut Perry, terdapat tiga dampak perang Russia-Ukraina. Pertama, kenaikan harga komoditas global mulai dari energi hingga pangan, sehingga berdampak terhadap kenaikan inflasi di berbagai negara.
Kenaikan harga komoditas memang berdampak positif kepada eksportir. Namun demikian, kenaikan harga komoditas global tersebut juga berdampak terhadap harga di dalam negeri.
Dampak kedua dari konflik kedua negara yaitu adanya gangguan dalam mata rantai global yang berpengaruh pada distribusi, pasokan, dan volume perdagangan global.
"Ini juga berpengaruh terhadap perekonomian global yang berisiko tumbuh lebih rendah dari perkiraan 4,4 persen, karena menurunnya volume perdagangan global," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terakhir dampaknya ke jalur keuangan, yang berpengaruh pada persepsi global. Saat ini, banyak investor global kembali memegang safe heaven asset alias aset yang berisiko rendah dan aman, termasuk uang tunai sehingga investor menarik aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia.
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga, I Gede Wahyu Wicaksana, mengatakan untuk mengimbangi inflasi negara-negara yang terdampak kenaikan harga minyak akibat perang Russia dan Ukraina, organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC) perlu mengambil sikap dan tindakan. "OPEC harus ambil sikap dan tampil supaya harga minyak tidak semakin naik," kata Wicaksana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!