Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Global Lanjutkan Pertumbuhan yang Tidak Seimbang

📅 Selasa, 22 Mar 2022, 00:04 WIB | Oleh:
Ekonomi Global Lanjutkan Pertumbuhan yang Tidak Seimbang Doc: Sumber: IMF – Litbang KJ - KJ/ONES

» Negara maju bisa melakukan vaksinasi secara cepat, menggelontorkan stimulus fiskal dan moneter secara besar-besaran.

» OPEC harus ambil sikap dan tampil supaya harga minyak tidak semakin naik.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan ketidakseimbangan ekonomi global berlanjut pada 2022 akibat perbedaan kemampuan negara-negara untuk pulih dari Covid-19. Kondisi tersebut kembali mendapat tantangan setelah Russia memerangi Ukraina yang menimbulkan instabilitas politik dan ekonomi global.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam Leader's Insight Kuliah Umum BI di Jakarta, Senin (21/3), mengatakan pada 2021, ekonomi dunia tumbuh tidak seimbang, meskipun meningkat relatif tinggi yaitu 5,7 persen.

Pola pertumbuhan ekonomi dunia yang tak seimbang terjadi lantaran negara maju bisa tumbuh lebih cepat, sebaliknya negara berkembang lebih lambat.

"Ekonomi global yang tinggi ini bertumbuh pada dua negara besar yaitu Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, yang tentu saja menjadi tidak seimbang," kata Perry.

Negara maju, kata Perry, bisa melakukan vaksinasi secara cepat, menggelontorkan stimulus fiskal dan moneter secara besar-besaran. Sedangkan di negara-negara berkembang, kemampuannya dalam menangani krisis relatif terbatas. Kebanyakan negara berkembang sangat terbatas kemampuannya membeli vaksin dan menggelontorkan stimulus fiskal dan moneter.

Selain itu, banyak negara berkembang terutama di Afrika terbebani oleh utang. Ketidakseimbangan global usai pandemi itulah yang menjadi dasar tema Presidensi G20 di Indonesia, yakni pulih lebih kuat dan pulih bersama.

Sebelumnya, BI telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,4 persen menjadi 4,2 persen akibat konflik yang masih terus terjadi antara Russia dan Ukraina. "Bahkan kalau berlanjut terus bisa juga turun ke level 3,8 persen. Lagi-lagi ini tergantung pada seberapa lama eskalasi ini berlanjut," kata Perry.

Eskalasi ketegangan geopolitik yang diikuti dengan pengenaan sanksi berbagai negara terhadap Russia mempengaruhi transaksi perdagangan, pergerakan harga komoditas, dan pasar keuangan global, di tengah mulai meredanya penyebaran Covid-19.

Pertumbuhan beberapa negara ekonomi utama dunia, seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok, dan India pun berpotensi lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Bagitu pula dengan volume perdagangan dunia juga berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sejalan dengan risiko tertahannya perbaikan perekonomian global dan gangguan rantai pasokan yang masih berlangsung.

Kalibrasi Kebijakan

Lebih lanjut, otoritas moneter itu menilai perang Russia dan Ukraina menyebabkan banyak negara mengalibrasi ulang kebijakan untuk merespons penurunan pertumbuhan ekonomi global. "Konflik geopolitik ini berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi global," ungkap Perry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Pelatihan fotografi produk UMKM

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pelatihan fotografi produk ...

Festival Olahraga Rakyat Jakarta 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Festival Olahraga Rakyat Ja...
Ekonomi
Banpres rehabilitasi usaha ...
Olahraga
Final Kejurnas GTX Motocros...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.