Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ajaran Xi Masuk Kurikulum, Kedubes RI di Beijing Tegaskan Tak Pengaruhi Pelajar Indonesia

25 Jumat, 27 Agu 2021, 09:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ajaran Xi Masuk Kurikulum, Kedubes RI di Beijing Tegaskan Tak Pengaruhi Pelajar Indonesia Ajaran Xi Masuk Kurikulum, Kedubes RI di Beijing Tegaskan Tak Pengaruhi Pelajar Indonesia Doc: ANTARA/M. Irfan Ilmie
Ket. Kader muda Partai Komunis China (CPC) bernyanyi sambil mengibarkan bendera partainya dalam perayaan 100 tahun berdirinya CPC di Lapangan Tian'anmen, Beijing, Kamis (1/7/2021).

Beijing - Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing Yaya Sutarya menilai dimasukkannya pemikiran Xi Jinping dalam kurikulum pendidikan nasional China tidak berdampak terhadap para pelajar Indonesia.

"Itu hanya untuk pendidikan lokal. Untuk PT (perguruan tinggi) dan siswa internasional tidak akan terpengaruh," ujarnya kepada ANTARA di Beijing, Jumat.

Ia meminta semua pihak di Indonesia tetap tenang agar para pelajar asal Indonesia di China bisa menjalankan program pendidikannya dengan lancar.

Beberapa tahun sebelumnya, di Indonesia pernah geger oleh isu para pelajar Indonesia di China disusupi ajaran komunisme.

Yaya menegaskan bahwa pemikiran Presiden China Xi Jinping itu dalam kurikulum pendidikan nasional di negaranya untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme seiring dengan penetrasi budaya asing yang semakin menguat kepada generasi Z.

"Jadi kebijakan itu dimaksudkan untuk memperkuat persatuan internal, tidak memengaruhi ideologi pelajar internasional karena memang kurikulumnya berbeda," kata Yaya menambahkan.

Kementerian Pendidikan China (MOE), Selasa (24/8), mengeluarkan buku panduan untuk memasukkan pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme Berkarakter China pada Era Baru ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Dimasukkannya pemikiran Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (CPC) ke dalam kurikulum pendidikan nasional itu untuk membantu kalangan remaja setempat menanamkan paham Marxisme sekaligus memperkuat teori, sistem, dan budaya sosialis sesuai dengan karakter rakyat China, demikian buku panduan itu.

Panduan itu mencakup pemikiran Presiden Xi yang diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan dasar, tinggi, kejuruan, dan berbagai subjek pendidikan lainnya, demikian Han Zhen, anggota Komisi Buku Pendidikan Nasional.

Para murid sekolah dasar akan difokuskan untuk menanamkan rasa cinta negeri, Partai Komunis China, dan sosialisme.

Untuk pendidikan menengah fokusnya pada pengalaman dan pengetahuan untuk membantu siswa membentuk penilaian dan opini politik dasar.

Para mahasiswa perguruan tinggi lebih ditekankan pada pembentukan pemikiran teoritis atas ajaran Xi itu.

Kurikulum tersebut akan berlaku pada semester atau tahun ajaran baru yang akan dimulai pada akhir Agustus atau awal September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Pelatda Cabang Olahraga Pet...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.