Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kaum Muda di Gaza Rasakan Sensasi Kebebasan Melalui Aktivitas Parkour

📅 Sabtu, 30 Jan 2021, 04:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaum Muda di Gaza Rasakan Sensasi Kebebasan Melalui Aktivitas Parkour Doc: AFP/MAHMUD HAMS
Ket. Pantang Menyerah - Mohamed Aliwa saat memperlihatkan aksi parkour di sebuah lokasi di Kota Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu. Walaupun kakinya diamputasi dan harus dibantu dengan menggunakan tongkat kruk untuk berjalan, Aliwa menyatakan bahwa dengan melakukan parkour dirinya merasa memiliki energi yang luar biasa dan kondisi tubuh yang cacat tak akan bisa menghalanginya untuk melakukan olah raga ekstrem ini.

Walau menggunakan bantuan tongkat kruk, seorang remaja Palestina bernama Mohamed Aliwa, dengan amat lincahnya melompat dari satu bongkahan beton ke bongkahan lain saat melakukan gerakan parkour di sebuah lokasi di Gaza.

Aliwa bertekad bahwa kakinya yang telah diamputasi tak akan menghalanginya untuk melakukan parkour, sebuah aktivitas olah tubuh yang menghadirkan sensasi kebebasan di tengah realitas hidup yang amat suram di Gaza.

Kaki kanan Aliwa diamputasi pada 2018 setelah terkena tembakan oleh tentara Israel saat terjadi aksi protes di sepanjang tembok perbatasan yang memisahkan Jalur Gaza dengan Israel.

"Impian saya jadi atlet parkour profesional sempat sirna saat kaki saya putus," kata Aliwa, 18 tahun, saat ditemui untuk sesi wawancara di sebuah pusat rehabilitasi pada awal Januari lalu.

Namun saat menyaksikan teman-temannya dengan lincahnya melompat dari satu rintangan ke rintangan lain, Aliwa yang terkadang menggunakan kaki palsu menegaskan pada dirinya sendiri bahwa kondisi tubuhnya yang cacat tak akan bisa menghilangkan impiannya.

"Saya lalu meminta bantuan teman-teman agar saya bisa berjalan, lalu perlahan-lahan saya melakukan gerakan dan melompat mirip dengan apa yang dilakukan teman-teman saya," ungkap dia.

"Ada saatnya saya merasa frustasi. Namun saya selalu menegaskan pada diri sendiri bahwa jika saya bisa melakukan parkour lagi, maka semua yang akan saya hadapi dalam hidup semuanya akan jadi mudah. Olah raga ini telah memberikan energi yang luar biasa," ucap Aliwa.

Sasana Latihan

Parkour adalah sebuah olah raga ekstrem yang juga kerap disebut sebagai freerunning (lari bebas) tercipta untuk pertama kalinya di Prancis pada era '90-an. Aktivitas parkour meliputi kemampuan bernavigasi terhadap segala rintangan dengan melakukan gerakan amat cepat perpaduan antara lompatan, loncatan, berlari, salto, berguling dan bergelantung.

Di Gaza, kaum muda telah bertahun-tahun berlatih parkour. Mereka kebanyakan berlatih dari satu lokasi reruntuhan ke reruntuhan lain yang amat banyak ditemui di daerah kantong yang hancur akibat peperangan Israel dengan kelompok bersenjata Hamas yang telah memerintah Gaza sejak 2007.

Walau terlihat amat mudah, melakukan lompatan parkour yang paling simpel ternyata memiliki risiko bahaya. Oleh karena alasan itu, seorang pria bernama Jihad Abu Sultan, 32 tahun, membuka sasana latihan berupa akademi parkour pertama di wilayah Palestina.

Sasana latihan ini bisa terwujud berkat sokongan perusahaan pembuat alat-alat olah raga raksasa asal Prancis yaitu Decathlon.

"Saya mulai melakukan parkour pada 2005," ucap Abu Sultan saat ditemui di sasana miliknya di kamp pengungsi Al-Shati yang tak jauh dari Kota Gaza. "Pada saat itu, kami tak memiliki ruang untuk melakukan parkour sehingga kami terpaksa harus berlatih di pekuburan dan reruntuhan bangunan yang dihancurkan Israel," imbuh dia.

Abu Sultan mengatakan latihan parkour banyak dilakukan individual secara tak teratur jadwalnya bahkan bisa dikatakan tanpa perencanaan, hingga akhirnya dua bulan lalu ia bersama rekan-rekannya yang sama-sama menggemari parkour membentuk sebuah kelab yang mereka namai "Wallrunners".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Ketimpangan Lahan Bikin Des...
Nasional
Gunung Semeru Catat Aktivit...

Kota Tua Jakarta Bersiap Direvitalisasi

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Bersiap Di...
Daerah
PLBN Jagoi Babang Disiapkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.