Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Petani Sawit Kian Terpuruk

📅 Jumat, 25 Sep 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petani Sawit Kian Terpuruk Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

JAKARTA - Petani sawit mengeluhkan harga sawit di tingkat petani yang tidak kunjung merangkak naik. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah (pemda) diminta mengintervensi harga sawit di daerah lantaran sama sekali tak efisien untuk petani.

Saat ini, luas perkebunan rakyat mencapai 6,78 juta hektare (ha) yang dikelola oleh dua juta petani sawit. Dari luasan itu, sekitar 5,5 juta ha di antaranya digarap petani swadaya. Ironisnya, luasan itu tak sebanding dengan pendapatan petani yang hanya sekitar 600-700 ribu per ha.

Padahal, usia sektor kelapa sawit RI mencapai 109 tahun, namun tak banyak memberi pengaruh bagi peningkatan kesejahteraan hidup petani. Di sisi lain, biaya hidup terus meningkat, termasuk pendidikan anak petani.

Anggota Serikat Petani Kelapa Sawit Rokan Hulu Provinsi Riau, Yusro Fadly, mengatakan persoalan harga selama ini menjadi permasalahan klasik. Dari dahulu, lanjutnya, masalah petani sawit sama saja, kalau bukan harga, pasti infrastruktur.

"Rantai pasoknya terlalu panjang. Akhirnya, harga di tingkat petani sangat rendah, sementara tidak ada penertiban dari pemerintah, baik pusat maupun daerah," tegasnya dalam webinar terkait sawit di Jakarta, Kamis (24/9).

Persoalan harga ini, sambung Yusro, kian diperparah dengan kondisi infrastruktur tak memadai. Alhasil, terjadi pembengkakan biaya karena masalah infrastruktur ini. Kondisi seperti ini terjadi juga pada petani sawit di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

"Kami minta dana bagi hasil itu adil, perhatikan infrastruktur daerah penghasil sawit ini. Kan sawit sudah sumbang 300 triliun rupiah untuk devisa negara tahun lalu, sedangkan untuk petaninya apa?" pinta Yusro.

Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto, menegaskan beragam kebijakan pemerintah selama ini tak menyentuh petani, termasuk Inpres No 8/2018 tentang Evaluasi Perizinan dan Peningkatan Produktivitas. Kemudian, ada juga Peraturan Pemerintah No 24 tentang Badan Pengelolaan Dana Perkebunan serta Inpres No 6 tentang Rencana Aksi Sawit Berkelanjutan Indonesia dan program penguatan pasar domestik melalui program Biodiesel.

Dia menambahkan, untuk program biodiesel 30 (B30) misalnya, industri biodiesel mengambil stok dari produksi mereka juga, bukan dari petani. Mereka ini main di hilir hingga hulu sehingga program B30 ini hanya untungkan mereka.

"Kami minta kepada pemerintah, sebelum program B40 itu jalan, evaluasi dulu B30 ini. Karena petani tidak dapat apa-apa. Bahan baku harus bersumber dari petani sawit mandiri, bukan seperti sekarang yang diambil ialah stoknya industri, bukan bahan baku dari petani," tegas Mansuetus.

Pemerintah juga diminta untuk memperkuat kapasitas petani, memperkuat kelembagaan petani sawit, serta memprioritaskan dana sawit bagi penguatan petani sawit.

Dominasi Swasta

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyebut luas lahan sawit RI mencapai 14,3 juta ha. Dari jumlah itu, 41 persen di antaranya merupakan sawit rakyat, sedangkan 54 persen sektor swasta.

Karena itu, pemerintah harus punya kebijakan tegas untuk menempatkan sawit sebagai produk strategis. Meski demikian, juga harus dipastikan bahwa sawit bukan hanya untungkan pengusaha, tetapi rakyat juga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Cegah Rabies, 435 Kucing di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.