Rektor ITB NR Reini Djuhraeni Wirahadikusuma : Perguruan Tinggi Teknik Perlu Sempurnakan 'Learning System' dan Perkuat Solidaritas
📅 Sabtu, 22 Agu 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisTerkait riset dan inovasi, bagaimana ITB mendorong agar produk dapat dihilirisasi ke masyarakat?
Sebuah penelitian untuk bisa menjadi inovasi atau produk perlu tahapan. Apalagi untuk diperjualbelikan, prosesnya sangat panjang. Untuk itu, kami membuat lembaga inovasi dan kewirausahaan. Jadi, ITB merupakan institusi pendidikan. Untuk mengangkat produk-produk ke industri harus ada kelembagaan lain, salah satunya membangun perusahaan yang disebut Rekacipta Inovasi ITB (RII).
Selain itu, ITB juga terus berupaya memperkuat triple helix. Contoh terbaru adalah pabrik Katalis Merah Putih sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, industri, dan peneliti atau triple helix. Belum banyak kisah sukses triple helix yang nyata di Indonesia. Jadi, pabrik katalis pertama ini bisa jadi satu model yang bisa dipertahankan asal tekun berkolaborasi. Dengan begitu, bangsa Indonesia bisa lebih mandiri dalam kemajuan dan penguasaan teknologi yang berujung pada komersialisasi.
Untuk mendukungnya, dalam Kampus Merdeka perlu juga ada jabatan fungsional full timer untuk perekayasa maupun peneliti. Maka, peneliti full timer suatu posisi sangat kami inginkan ada di perguruan tinggi. Karena inovasi itu driver dari universitas. Sementara itu, kita perlu merekrut tenaga-tenaga muda peneliti-peneliti yang bekerja full timer untuk bidang inovasi.

G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!