Rektor ITB NR Reini Djuhraeni Wirahadikusuma : Perguruan Tinggi Teknik Perlu Sempurnakan 'Learning System' dan Perkuat Solidaritas
📅 Sabtu, 22 Agu 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisEDUNEX ini sudah sempurna?
Sebenarnya masih jauh dari sempurna. Kami paham ada tujuh tahapan pengembangan portal ini, yaitu objektif, capability, workflow, investment, charge management, evaluation, dan harmonization. EDUNEX mungkin baru sampai stage kedua saat ini. Tapi ini sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda dan harus kita lakukan sambil berlari.
Yang kita pahami, pengembangan suatu sistem seperti ini ada tiga komponen juga, yaitu people and culture atau orang dan budayanya, teknologi, dan proses pengembangan di mana kita terus melakukan evaluasi-evaluasi untuk perbaikan.
Jika sudah rampung, apa akan fokus pembelajaran daring?
Kuliah online tidak akan menggantikan tatap muka. Pendidikan bukan transfer materi saja, tapi interaksi, dan kemampuan bersosialisasi yang tidak tergantikan online. Ke depannya, kita akan melakukan blended learning. Ada materi ditaruh di online, yang kita pahami bersama. Kemudian, ada yang harus dilakukan secara tatap muka atau tradisional.
EDUNEX hanya untuk internal ITB?
Kami akan tawarkan ke universitas lain untuk credit learning dalam rangka memfasilitasi Kampus Merdeka sesuai yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ini juga melihat contoh di luar negeri, antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University, mahasiswa mereka saling mengambil kelas.
Itu juga yang diinginkan ITB. Credit learning tidak hanya open courses dan mengambil dari ITB. Kami berharap teman-teman lain sama, sehingga mahasiswa kami bisa mengambil mata kuliah lain seperti humaniora, sosial, kesehatan, ekonomi, dan sebagainya.
Selain kolaborasi lintas universitas, bagaimana respons ITB terhadap konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka dari Kemendikbud?
ITB secara prinsip adalah kampus merdeka. Tapi, meski berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dan punya otonomisasi, sistem kepegawaian tidak semerdeka itu. Bahwa diingatkan kembali dan diminta lebih optimal serta ditingkatkan kemerdekaannya ada dukungan yang sangat jelas dari pemerintah. Meski begitu, ini bukan sesuatu yang baru.
Kemudian, manajemen institusi untuk mengelola program magang tidak mudah. Harus ada kemampuan manajemen yang baik dalam program magang. Pengabdian masyarakat harus lebih terasa. Penelitiannya juga butuh membangun ekosistem inovasi untuk mendukung insan perguruan tinggi.
Untuk lebih merdeka lagi, peraturan-peraturan atau dosen kita sendiri harus me-relearn. Tentunya belajar itu kita terbuka kepada pihak lain dan membuka interaksi lebih aktif. Hal ini terutama bagaimana dosen bisa sabatikal atau cuti enam bulan untuk bekerja di industri. ITB sendiri hubungannya sangat erat dengan industri. Meski kemudian kerap ada stigma "dosen proyek", manfaatnya juga sangat besar buat ITB. Mahasiswa juga untuk komunitas pembangunan infrastruktur nasional.
Kami bukan mengeluh, tapi ingin dan akan membuat usulan konkret mengenai kebutuhan untuk enabling. Dengan begitu, CA bisa mengimplementasikan kampus merdeka secara lebih efektif untuk merdeka dosen dan mahasiswanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!