Rektor ITB NR Reini Djuhraeni Wirahadikusuma : Perguruan Tinggi Teknik Perlu Sempurnakan 'Learning System' dan Perkuat Solidaritas
📅 Sabtu, 22 Agu 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisITB merupakan PTTI pertama dan tertua, bagaimana posisi saat ini?
Sebagai PTTI pertama dan tertua, ITB mengemban amanah untuk selalu berada di depan guna menghela PTTI dalam menjawab tantangan-tantangan yang diuraikan tadi. Untuk menjalankan peran tersebut dengan efektif, ITB akan melanjutkan komitmen untuk unggul dalam pengajaran yang lebih multilintas disiplin.
ITB akan memperluas dan memperkuat jalinan kemitraan untuk menjawab permasalahan, baik di lingkup global, nasional, maupun lokal. Dukungan berbagai pihak tersebut terhadap program ITB sangat tinggi nilainya.
Selain itu, tidak kalah penting adalah pengabdian masyarakat yang semakin relevan dengan masalah lokal dan nasional. Penelitian-penelitian yang lebih kolaboratif dan berfokus pada penguatan ekosistem inovasi juga perlu dilakukan.
Semuanya untuk mendukung daya saing bangsa. Kemajuan ITB akan semakin diarahkan untuk mengakomodasi kebinekaan anak-anak bangsa dan memperluas akses pendidikan ke seluruh penjuru Nusantara.
Apa saja yang akan ITB lakukan untuk mencapainya?
Pembenahan-pembenahan internal menjadi prioritas jangka pendek. Transformasi sistem pengelolaan institusi adalah prasyarat untuk memperkokoh pondasi agar ITB bisa bergerak lebih cepat dan menggapai cita-cita di abad mendatang. Nilai in harmonia progresio perlu senantiasa kita pelihara untuk mengantarkan ITB ke masa depan dengan atribut locally relevant, globally respected.
Dengan begitu, kolaborasi menjadi faktor penting juga?
Tentu. Untuk semakin meningkatkan kontributsi terbaiknya, ITB sangat butuh jalinan mitra yang strategis dengan pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, usaha, lembaga riset, perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri, LSM dan semua elemen masyarakat. ITB akan memperluas dan memperkuat jalinan kemitraan untuk menjawab permasalahan baik di lingkup lokal, nasional, maupun global.
Dalam kondisi pandemi Covid-19, apa penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan ITB?
Hasil kuisioner kami terhadap civitas academica (CA), baik mahasiswa maupun dosen, menyebutkan bahwa 70 persen tidak menyenangi pengalaman belajar semester genap pada tahun ajaran 2019/2020. Tapi, kami sampaikan pada CA bahwa sampai akhir Mei bukan kuliah online yang kami kembangkan. Itu jadi sebuah keterpaksaan.
Untuk itu, kami membuat suatu learning management system yang dikembangkan internal ITB dengan nama EDUNEX. Kami mendanai 111 mata kuliah (matkul) dan per matkul diberi hibah pengajaran inovasi sekitar 70 juta rupiah. Sebanyak 111 matkul tersebut juga mendapat pelatihan dan bimbingan. Dengan begitu, membantu para dosen mengembangkan sistem yang memiliki standar mutu sama. Ini sedang berjalan. Harapannya sampai November, 111 matkul ini kualitasnya seperti coursera. Kami menyebutnya coursera versi silver dan perunggu.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!