Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penemuan Obat Butuh Proses Penelitian Cukup Panjang

📅 Jumat, 07 Agu 2020, 13:38 WIB | Oleh:
Penemuan Obat Butuh Proses Penelitian Cukup Panjang Doc: Koran Jakarta/Muhamad Mar'up
Ket. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19, Ali Ghufron Mukti, dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Kamis (6/8).

JAKARTA - Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19, Ali Ghufron Mukti, mengatakan penemuan obat butuh proses panjang. Keamanan obat perlu dipastikan agar obat mampu memberi efek menyembuhkan penyakit.

"Obat itu medica mentosa atau bisa untuk medis atau jadi racun. Untuk itu perlu penelitian yang panjang dalam menemukan obat," ujar Ghufron, di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (6/8).

Ghufron menilai saat ini prosedur pembuatan obat di Indonesia lebih terstruktur. Hal itu dapat dilihat dengan adanya komisi etika kesehatan baik di tingkat Kementerian Kesehatan maupun fakultas kedokteran di tingkat perguruan tinggi yang bertugas mengawasi proses penelitian obat tersebut.

"Penelitian obat harus melalui proposal terlebih dahulu yang disetujui komisi etika kesehatan. Jadi tidak bisa tiba-tiba mengklaim obat itu menyembuhkan," jelasnya.

Harus Diuji

Terkait maraknya klaim kemanjuran obat maupun herbal yang mampu menyembuhkan Covid-19 di masyarakat, Ghufron menilai hal tersebut harus benar-benar diuji secara klinis. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional siap membina dan memfasilitasi penelitian terkait obat baik yang dilakukan akademisi dan peneliti maupun masyarakat.

Ia mengapresiasi adanya pihak-pihak yang ingin membantu dalam menghasilkan obat untuk menyembuhkan Covid-19. Meski begitu, ia meminta niat baik tersebut dapat direalisasikan dengan prosedur yang berlaku."Kami tidak hanya terbuka, tapi mengapresiasi. Hanya niat baik saja tidak cukup, karena jika tidak benar-benar teliti obat bisa berbahaya," ucapnya.

Lebih jauh Ghufron mengungkapkan Indonesia memiliki kelebihan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Meski begitu, demi mendukung peningkatan kualitas obat modern asli indonesia, penelitian obat harus menyesuaikan standar yang ada.

Ia menyebut penelitian obat berbeda dengan penelitian produk inovasi berupa alat. Menurutnya, penelitian obat perlu pengawasan lebih sebab melibatkan mahluk hidup dalam proses penelitiannya. "Apa saja yang diberi ke tubuh, tubuh akan bereaksi tergantung yang dimasukan ke tubuh itu," jelasnya.

Anggota Tim Penilai Penilaian Angka Kredit Dosen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sutikno, mengatakan banyak sekali usulan penelitian bidang medis dengan metode penelitian lintas disiplin. Dengan begitu, instrumen kelayakan hasil penelitian bidang kesehatan tidak hanya berasal dari bidang kesehatan saja.

Selain itu, kata Sutikno, produk penelitian bidang kesehatan harus sampai pada proses invensi. Proses tersebut memperjelas hasil penelitian sehingga mudah diuji dan digunakan masyarakat. n ruf/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kenapa Negara Ini Kecam Uji...
Nasional
Data Terbaru, BPS Catat Pen...

Kobaran Api Meluas, Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam

1.5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Kobaran Api Meluas, Karhutl...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.