Komunitas Riset Siap Dukung Penambahan Jumlah Tes
📅 Rabu, 17 Jun 2020, 06:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
JAKARTA - Pemerintah telah menargetkan jumlah tes Covid- 19 sebanyak 20.000 tes per hari. Komunitas riset dalam hal ini Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 memegang peranan penting untuk mencapai terget tersebut, terutama dengan menambah kemampuan fasilitas dan melahirkan produkproduk inovasi.
"Posisi kami di kementerian selalu mendukung gugus tugas dalam penanganan Covid-19. Terkait penambahan jumlah testing, kami menunggu apa yang menjadi keputusan gugus tugas," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro pada penandatanganan nota kesepahaman terkait pengadaan dan pemanfaatan produk inovasi Covid-19, di Jakarta, Selasa (16/6).
Bambang menyebut pihaknya telah menyiapkan dua hal terkait penambahan jumlah tes tersebut. Peningkatan kapasitas laboratorium pengujian spesimen yang berada di Lembaga Bilogi Molekuler Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan kapasitas pengetesan masing-masing mencapai 1.000 tes per hari.
Pelacakan Kontak
Ia menambahkan pihaknya juga meningkatkan kemampuan testing untuk rumah sakit dan daerah-daerah yang membutuhkan penambahan jumlah tes. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah membuat Mobile Laboratory BSL-2 berbasis kontainer yang tidak hanya bisa digunakan untuk pengetesan, tapi juga pelacakan kontak atau tracing.
"Kalau ini dikirimkan ke daerah-daerah yang mengalami lonjakan akan sangat membantu untuk segera melakukan testing atau tracing," jelasnya.
Bambang mengatakan kapasitas Mobile Laboratory BSL- 2 tersebut akan terus ditingkatkan. Modifikasi yang dilakukan, antara lain dengan memperluas ruang kontainer atau membuat lab seukuran mobil biasa agar lebih fleksibel.
"Itu rencana Mobile BSL-2 ke depan, tapi kita menjaga unsur safety mobile BSL-2 itu sendiri," ucapnya.
Lebih jauh Bambang menjelaskan peningkatan jumlah tes tidak hanya didukung dengan penguatan fasilitas saja. Sumber daya manusia (SDM) juga harus ditambah mengingat pemeriksaan spesimen membutuhkan keahlian khusus dan protokol pengawasan yang ketat sehingga tidak mengurangi kualitas pengetesan ketika terjadi penambahan target. Ia menyebut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga telah melatih sekitar 600- 800 orang yang saat ini bertugas di laboratorium di Pulau Jawa.
ruf/N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!