Genjot Produksi Pangan, Kementan Dorong Perguruan Tinggi Lakukan Riset
📅 Rabu, 27 Mei 2020, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong perguruan tinggi untuk memperbanyak melakukan riset demi meningkatkan produktivitas pangan dalam rangka mengantisipasi krisis pangan.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/5), mengatakan riset dan teknologi merupakan hal sangat penting dan kontribusi yang kuat untuk menghadirkan pertanian maju mandiri dan modern. "Hal ini akan mampu menghasilkan pangan berkualitas," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan pihaknya berupaya mewujudkan dengan beberapa program strategis, salah satunya melalui pendidikan vokasi.
"Pendidikan vokasi pertanian selain ditujukan untuk mencetak generasi pertanian milenial yang berkualitas, juga memperkuat kualitas tenaga pendidik, melalui penelitian strategis yang difokuskan pada diversifikasi pangan," ujar Dedi.
Merespons hal itu, sejumlah dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) menciptakan inovasi teknologi diversifikasi pangan melalui penelitian.
Penelitian diharapkan dapat diterapkan di tengah masyarakat perdesaan, sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas pangan dalam rangka penyediaan stok pangan.
Penelitian Strategis
Penelitian strategis ini merupakan upaya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian di lingkungan Politeknik Kementerian Pertanian dengan mendorong para dosen dalam menghasilkan karya tulis ilmiah untuk publikasi nasional maupun internasional.
Salah satu topik penelitian yang didorong untuk mendapatkan perhatian para dosen adalah mengenai ketahanan pangan termasuk di dalamnya diversifikasi pangan.
Senada dengan hal tersebut, beberapa proposal terseleksi yang melakukan penelitian khususnya topik ketahanan pangan adalah tim peneliti dari Polbangtan Medan yang melakukan penelitian mengenai model dan analisis kelayakan pemanfaatan jamur mikoriza untuk peningkatan potensi produksi tanaman padi gogo pada lahan suboptimal di Provinsi Sumatera Utara.
Tema serupa juga diangkat oleh tim peneliti dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang mengenai pengaruh teknologi pembenah tanah zeolit terhadap produktivitas dan kelayakan usaha tani cabai merah di lahan pasir pantai Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui penelitian strategis ini diharapkan para dosen mampu menghasilkan inovasi teknologi yang dibutuhkan masyarakat, terutama di era industri 4.0 sehingga melalui inovasi teknologi ini akan mengatasi permasalahan di bidang pertanian di Indonesia. Ant/E-10
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!