Daeng Mohammad Faqih : Pembatasan Sosial Membantu Tenaga Medis
📅 Sabtu, 02 Mei 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKami mendata dokter yang meninggal dan menampung informasi itu. Data itu bukan dari pemerintah, jadi tidak jelas. Untuk itu, kami membuat audit kematian dokter terkait Covid-19. Dari jumlah dokter yang meninggal akan kami audit dan telusuri kontak mereka. Ini perlu divalidasi dengan proses itu karena kami dapat dari bawah. Audit ini verifikasi final. Kami ingin merekomendasikan sehingga tenaga kesehatan yang lain aman.
Faktor apa yang menyebabkan kematian?
Salah satunya kelelahan. Pandemi ini kejadian luar biasa. Kami mengimbau rumah sakit dan dokter mengatur jadwal. Bukan hanya dokter, tapi seluruh bagian yang merawat. Jangan lebih dari delapan jam. Kalau lebih mengalami kelelahan. Faktor kelelahan ini yang membuat dokter mudah terpapar. Yang dihindari adalah agar fokus tidak menurun saat bertugas.
Beberapa kasus dokter terpapar karena pasien tidak jujur. Tanggapan Bapak?
Ada memang pasien tidak jujur. Tapi yang bersangkutan sebenarnya tidak tahu dia sebenarnya sakit Covid-19. Semua orang bisa menularkan karena tidak tahu mana tempat yang aman. Kami tidak tahu mana yang tertular. Masalahnya di situ. Ada beberapa kasus orang tanpa gejala (OTG) banyak sekali.
Mereka tidak mengetahui riwayat kontak. OTG ini banyak menularkan ke dokter saat berobat. Mereka periksa bukan Covid-19 tapi penyakit lain. Itu yang membuat tenaga medis tidak waspada. Untuk itu, kami mengeluarkan petunjuk penanganan Covid-19 bagi dokter.
Bagi dokter menghadapi pasien apapun harus memakai APD sesuai tempat praktik. Ini untuk menghindari OTG tadi. Dokter harus patuh mengenakan APD berstandar. Pemerintah menjaga ketersediaannya. Kewaspadaan harus dilakukan terhadap seluruh pasien. Ini banyak yang membuat dokter tertular.
Setelah bertugas, apakah dokter membatasi kontak fisik?
Setelah bekerja akan beristirahat dan dites swab. Kalau negatif, boleh kontak dengan orang lain. Ada juga yang lebih berhati-hati sehingga tidak pulang dan bahkan tidur di rumah sakit. Ada bantuan juga dari pemerintah bagi yang bekerja di zona merah menyediakan rumah singgah. Diharapkan di setiap daerah juga begitu.
Adakah santunan untuk dokter yang meninggal?
Sudah dihubungi dan sudah menyerahkan daftar lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Semoga bisa direspons. Selain pemerintah, swasta juga ada. Semoga cepat terealisasi.
Tadi disinggung soal data. Seberapa berdampak ketersediaan data dalam penanganan?
Kebutuhannya selain penaganan adalah keterbukaan data sehingga semua orang dapat terlibat dalam mencegah penularan diri maupun penanganan dari Puskesmas kepada warga. Banyak kematian PDP itu belum terlapor dan tekonfirmasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!