Salurkan Keresahan Berbalut Kelucuan
📅 Sabtu, 08 Feb 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJika mendapatkan undangan untuk tampil di salah satu acara, komunitas akan memiliki komika yang memiliki kemampuan memadai. Jam terbang menjadi upaya untuk mengasah kemampuan para komika. Selain tampil dalam ajang komunitas, mereka dapat ikut kompetisi maupun tampil di kafe-kafe. Karena keterampilan menjadi komika tidak bisa ditempuh dalam waktu singkat.
"Lucu Itu Tidak Mudah"
Lucu menjadi bagian materi yang disampaikan dalam Stand Up Comedy. Namun, materi yang bisa mengundang gelak tawa bukanlah materi yang mudah. Para komika perlu mengasah kemampuannya supaya bisa membuat penonton tertawa. "Lucu itu susah-susah gampang," ujar Arbie. Karena tidak semua orang memiliki kemampuan melucu.
Beberapa orang malah perlu latihan supaya materi Stand Up Comedy-nya terasa lucu. Namun ada juga, orang yang dengan mudah bisa melucu. "Jadi, kalau dia latihan jadi semakin lucu," ujar Komika yang senang menampilkan materi tentang keseharian di lingkungan tempat tinggalnya di pinggiran Depok.
Selain materi dalam Stand Up Comedy, sisi komedi dapat diperkuat dengan gestur tubuh maupun intonasi suara. Terkadang, materi yang disampaikan tergolong kurang greget. Namun, karena ada permainan intonasi dan gestur tubuh, materi yang terkesan biasa pun dapat mengundang gelak tawa penonton.
Berbeda dengan Arbie, Andri memilih kelucuan tidak menjadi fokus dalam materi. Bagi laki-laki yang ingin menjadikan komika sebagai pekerjaan yang akan digeluti hingga tua nanti, lucu bukan fokus dari materi yang ingin disampaikan.
"Tapi kita senang dulu dengan yang kita omongin," ujar dia. Lalu, dalam penampilan ditambah dengan gestur tubuh dan tekann suara. Sehingga, materi akan berjalan lebih natural dan dapat mengundang respons penonton termasuk gelak tawa. Setiap komika memiliki kenyaman yang berbeda dalam membawakan materinya.
Ada komika yang tampil sambil meloncat-loncat. Ada komika yang bermain dengan intonasi suara. Ada lagi, komika yang tampil dengan kata-kata atau diksi yang kuat. Tiap komika memiliki karekternya sendiri. "Tergantung dia nyamannya di mana," ujar dia.
Andri mengaku dirinya masih berkutat dengan keresahan yang ingin ditampilkan. Dari segi penampilan, dia termasuk komika yang tidak aktif bergerak di atas panggung.
Namun tidak menutup kemungkinan, dia akan menjadi komika yang berkembang dengan karakter lain. Karena baginya, komika akan terus tumbuh dan berkembang termasuk dalam mengantarkan materi di atas panggung. din/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!