Salurkan Keresahan Berbalut Kelucuan
📅 Sabtu, 08 Feb 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, keterampilan yang diasah secara terus-menerus. Stand Up Indo Depok menjadi komunitas Stand Up Comedy yang membuka ruang bagi para pencinta Stand Up Comedy unjuk kemampuan.
Menjelang pukul 21.00 WIB, Rabu (5/2), sebuah kafe di bilangan Margonda, Depok, makin dipenuhi pengunjung. Mereka tidak hanya sekadar pengunjung kafe yang ingin minum kopi, melainkan para peserta TAKKASHILUCU.
Suatu ajang latihan rutin Stand Up Comedy yang digelar setiap Rabu oleh Stand Up Indo Depok. Tanpa memiliki arti khusus, TAKKASHILUCU berarti tak kasih lucu.
"Ini adalah tempat latihan, jadi siapa saja boleh mencoba, bebas," ujar Arbie Sani, 21, Ketua Stand Up Indo Depok, yang ditemui di tempat latihan, Rabu (5/2).
Ajang latihan yang telah digelar sejak 2011 tidak pernah sepi peminat. Tak kurang setiap Rabu, ada sekitar 15 sampai 20 peserta. Mereka unjuk kemampuan sebagai Komika, sebutan untuk pelaku Stand Up Comedy, di depan pengunjung kafe setempat.
Materi yang ditampilkan bermacam-macam sesuai dengan keinginan komika, sebutan pelaku Stand Up Indo Depok. Ada persoalan yang terkait dengan perkuliahan bahkan ada masalah keluarga. Para komika memiliki kebebasan untuk menyampaikan materinya.
"Materi, semua berasal dari diri sendiri," ujar dia. Ajang yang digelar setiap Rabu menjadi ajang latihan untuk para komika. Mereka bisa mengeskpresikan diri untuk menyempaikan pesan yang dibalut dengan komedi.
Kadang-kadang, materi yang disampaikan tidak lucu, namun adakalanya materi dapat membuat penontonnya terbahak-bahak. Namun, itulah yang namanya latihan, semua berproses untuk mencapai hasil yang maksimal. Stand Up Comedy merupakan penyampaian keresahan yang dibalut dengan komedi. Dapat dikatakan, penyampaian keresahan yang berbalut komedi ini pun tanpa batas.
Para komika dapat menggunakan segala bahasa bahkan pengandaian yang terkesan vulgar maupun SARA untuk menyampaikan keresahannya. "Asalkan tahu tempat," ujar Arbie.
Pasalnya, tidak semua penonton dapat menerima materi yang disampaikan para komika. Untuk itu, para komika lah yang perlu memfilter jenis materi yang ingin disampaikan dengan kalangan penonton sebagai penikmatnya.
Sejak berdiri 2011, Stand Up Indo Depok telah memliki sekitar 60 anggota aktif. Jumlah tersebut tergolong sedikit dibandingkan jumlah peserta yang latihan dengan rentang waktu berdirinya komunitas.
Hal ini lantaran, komunitas tidak bersifat mengikat terhadap anggota yang telah ikut tampil setiap hari Rabu. Ada peserta yang baru sekali datang langsung menghilang namun ada peserta aktif latihan setiap Rabu.
Saat ini, komika makin memiliki peluang terjun secara profesional makin terbuka lebar. Beberapa perhelatan menampilkan Stand Up Comedy sebagai salah satu rangkaian acaranya, mulai pentas seni di sekolahan hingga acara perusahaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!