Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenristek Tetap Kelola Riset Perguruan Tinggi

📅 Selasa, 28 Jan 2020, 06:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenristek Tetap Kelola Riset Perguruan Tinggi Doc: istimewa

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/KBRIN), Bambang Brodjonegoro, menegaskan bahwa kementeriannya masih bertanggung jawab dalam pengelolaan riset di perguruan tinggi.

"Meski secara nomenklatur telah terpisah, program-program riset perguruan tinggi masih bisa dikelola dengan kehadiran BRIN," kata dia dalam acara konferensi pers Penetapan Dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negara (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, di Jakarta, Senin (27/1).

Bambang menambahkan, sudah ada perjanjian antara Kemenristek/BRIN dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa pengelolaan penelitian di perguruan tinggi akan dilakukan oleh BRIN.

Pembagian tugas pengelolaan perguruan tinggi antara Kemenristek/BRIN dan Kemendikbud berdampak pula pada pembagian anggaran BOPTN. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dari keseluruhan dana BOPTN sebanyak 30 persen dianggarkan untuk penelitian di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Dana Riset

Bambang menyebut total alokasi dana untuk kegiatan riset perguruan tinggi sebanyak 1,373 triliun rupiah. Sedangkan untuk pengabdian kepada masyarakat sejumlah 89,8 miliar rupiah. "Total sekitar 1,463 triliun rupiah. Meskipun Dikti (pendidikan tinggi) tidak lagi di bawah kita, tapi urusan penelitian perguruan tinggi dan pengabdian masyarakat tetap akan dilanjutkan," jelasnya.

Dia menyampaikan alokasi dana tersebut akan digunakan untuk 3.800 penelitian perguruan tinggi negeri (PTN) berstatus Badan Hukum (BH). Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membiayai 3.142 penelitian PTN non-BH dan 9.106 untuk penelitian PTS.

Adapun fokus bidang penelitian yang dengan jumlah proposal terbanyak yaitu sosial humaniora, pendidikan, seni dan budaya dengan total 37 persen proposal penelitian. Setelah itu, ada bidang kesehatan (19 persen), pangan (12 persen), dan teknologi informasi dan telekomunikasi (9 persen).

"Kalau dilihat perguruan tinggi yang sudah besar kebanyakan usulan proposal dari bidang eksak. Untuk perguruan tinggi yang relatif baru penelitian mereka mulai dulu dari bidang sosial, tapi intinya kita apresiasi siapapun yang berani mengajukan proposal," kata Bambang. ruf/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Warga Sambut Program Diskon PBB dari Pemkot Bandung

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Warga Sambut Program Diskon...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan TPST...
Daerah
Pemkot Bandung Segel Videot...

Satpol PP Kota Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Satpol PP Kota Bandung Tert...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.