Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pameran Tahun Baru Imlek di Hong Kong Bertema Protes

📅 Rabu, 22 Jan 2020, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pameran Tahun Baru Imlek di Hong Kong Bertema Protes Doc: afp/Philip FONG
Ket. Sudut Pameran - Foto yang diambil pada Sabtu (18/1) ini menunjukkan “Dewa Kekayaan” yang berpose untuk foto di depan toko daging selama Pameran Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan oleh anggota dewan distrik pro-demokrasi di distrik Sai Ying Pun, Hong Kong.

HONG KONG - Pameran Tahun Baru Imlek bertema protes bermunculan di seluruh Hong Kong untuk mengumpulkan uang dan semangat bagi gerakan protes kendati ada perlawanan keras dari pemerintah setempat dan politisi pro Beijing. Pameran ini merupakan perayaan tahunan menjelang Imlek yang dimulai Sabtu (25/1).

Biasanya pameran ini menjual bunga, buah-buahan, barang-barang kering, dan hadiah tahun baru tradisional lainnya. Di masa lalu, partai-partai politik dari berbagai spektrum mendirikan kios untuk mengumpulkan uang dan kesadaran akan tujuan mereka yang seringkali dengan poster dan produk menyindir saingan mereka.

Tetapi pemerintah melarang kios-kios seperti itu di tahun ini di 15 pameran resmi setelah lebih dari tujuh bulan kerusuhan politik. Sebagai tanggapan, hampir puluhan pameran independen telah didirikan di seluruh Hong Kong. Mereka menjual barang dagangan yang sarat dengan isi protes. Di pekan raya yang terletak di lereng curam distrik Sai Ying Pun, ratusan pembeli membentuk antrean panjang.

Satu kios membagikan tas kain dengan ambigrafi kaligrafi Tiongkok menggunakan tulisan "untuk Hong Kong." Ada juga "menambahkan minyak," sebuah ungkapan populer yang berarti memberi semangat. Di tempat lain, seorang penjual menjajakan salam tahun baru tradisional "fai chun" untuk digantung di pintu, memadukan harapan baik dengan slogan dan tuntutan protes.

Banyak pembeli dan penjual mengkritik keputusan pemerintah untuk menghentikan partai politik mendirikan kios di pameran resmi. "Memotong mereka tampaknya menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghukum para pendukung aksi massa yang tidak menggunakan kekerasan," kata Tam Kwok-sun, 64.

Beberapa pameran independen telah ditentang, sulit menemukan tempat dan bahkan harus membatalkan. Pekan raya di Sai Ying Pun dikurangi dari 100 meter menjadi 50 meter karena dianggap tidak aman.

"Mereka menolak permohonan kami setelah pertemuan pertama dewan yang baru terpilih," kata Camille Yam, seorang warga.

Makna Protes

Sedangkan pekan raya di kompleks perumahan umum di distrik Kwan Chung sempat dibatalkan seluruhnya setelah Otoritas Perumahan setempat mencabut izin tiga hari sebelum pembukaan. Panitia penyelenggara, Janis Fan mengatakan, keputusan itu diambil setelah anggota dewan pro Beijing yang kehilangan kursi dalam pemilihan lokal November mengkritik penyelenggara dianggap menghasut masyarakat.

Salah satu keberatan yang diajukan oleh blok pro Beijing adalah kehadiran "babi dengan makna politik" dalam poster-poster yang mengiklankan pekan raya. Babi kartun telah dipakai pengunjuk rasa sebagai simbol gerakan mereka karena 2019 adalah Tahun Babi. ang/CAN/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Luar Negeri
Korea Selatan Jadi Pelopor,...
Nasional
Dampak dan Mitigasi Penguat...
Petaka Cabai Jalapeno, Wabah Salmonella Merebak Luas di AS

Petaka Cabai Jalapeno, Wabah Salmonella Merebak Luas di AS

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.