Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Viral! 'Meme' Kreatif Untuk Sikapi Larangan Kantong Plastik di Thailand

📅 Minggu, 05 Jan 2020, 17:18 WIB | Oleh:
Viral! 'Meme' Kreatif Untuk Sikapi Larangan Kantong Plastik di Thailand Doc: Facebook
Ket. "Meme" ulah pembeli saat berbelanja di pusat perbelanjaan di Thailand

BANGKOK - Ramainya posting foto "meme" yang kreatif dari ulah pembeli dalam menyikapi larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai menjadi amat viral di Thailand sepanjang akhir pekan lalu.

Dalam beragam postingan di sejumlah media sosial, sejumlah pembeli di Thailand mempertontonkan sedang membawa keranjang unik, ember dan bahkan kereta dorong saat mereka berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan grosir.

Larangan penggunaan kantong plastik di Thailand, dimulai sejak awal tahun ini. Larangan ini berlaku di sejumlah mal dan gerai minimarket yang banyak bertebaran di Thailand dan diberlakukan setelah para pengkampanye lingkungan hidup di Negeri Gajah Putih ini memperoleh data bahwa setiap pembeli rata-rata menggunakan 8 kantong plastik dalam sehari.

Karena larangan ini, pembeli sekarang harus membeli kantong daur ulang atau mereka harus membawa kantong belanja sendiri.

Tingkah unik pembeli diperlihatkan oleh seorang juru rias bernama Acharin Prahausri yang meminjam tempat penyimpanan makanan ringkas yang terbuat dari jala milik ibunya saat ia berbelanja di sebuah gerai minimarket yang ada di Thailand timur.

"Biasanya tempat penyimpanan makanan dipergunakan agar lalat tak hinggap," kata Prahausri, yang gambar postingan-nya disukai oleh lebih dari 1.600 orang pengguna media sosial.

Postingan lainnya di media sosial memperlihatkan seorang pria tersenyum saat kamera ponsel tengah mengambil gambarnya sedang membawa kereta dorong untuk mengangkut belanjaannya.

Peneliti mengatakan bahwa Thailand adalah salah satu penyumbang sampah plastik terbesar yang mencemari lautan.

Kepedulian atas polusi sampah plastik ini mulai menggema pada tahun lalu saat muncul di media sosial gambar-gambar penyu, paus dan dugong yang tewas akibat perutnya terisi penuh oleh sampah plastik.

Dalam kampanyenya, pemerintah Thailand bertekad untuk meniadakan penggunaan kantong plastik pada 2022.

Atas janji itu, pencinta lingkungan hidup memuji langkah pemerintah dan menyebut larangan penggunaan kantong plastik bisa mengakhir kebiasaan buruk budaya buang sampah sembarangan. AFP/ils

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Wapres Gibran Tanam Bibit K...
Olahraga
Hasil Piala Dunia: Belanda ...
Nasional
Liburan Sekolah, Pemerintah...
  • Babak Baru Negosiasi AS-Iran, Delegasi Kedua Negara telah Tiba di Swiss
    Preview komentar:
    Hubungi Call Center KrediOne melalui WhatsApp 0821-7555-708. Atau ...
    Hubungi Call Center Kredione melalui WhatsApp 0821-7555-708. Atau ...
  • Fritz Kembali Taklukkan Zverev, Final Halle Open Sajikan Laga Sesama Petenis AS
    Preview komentar:
    Hubungi Call Center Kredione melalui WhatsApp 0821-7555-708. Atau ...
    Hubungi Call Center KrediOne melalui WhatsApp 0821-7555-708. Atau ...
  • Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
    Preview komentar:
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.