Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merayakan Natal secara Tradisional

📅 Sabtu, 28 Des 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

5. Rabo-rabo di Jakarta

Mungkin Anda yang tinggal di orang Portugis, setelah selesai ibadah di gereja beberapa orang akan saling berkunjung ke rumah tetangga sambil diiringi musik. Di pengujung acara setiap orang akan diberikan bedak warna-warni.

Biasanya setiap orang mukanya akan dipenuhi dengan bedak warna-warni. Bedak ini menyimbolkan bentuk penebusan dosa dan saling memaafkan di pengujung tahun yang akan berlalu.

6. Marbinda di Sumatera Utara

Masyarakat Batak di Sumatera Utara merayakan Natal dengan tradisi Marbinda. Tradisi menyembelih hewan bersama-sama di hari Natal ini lah yang membuat Natal di Sumatera Utara terasa spesial. Biasanya hewan yang disembelih adalah hasil kesepakatan menabung bersama antara beberapa orang.

Pada hari-H warga Batak yang tinggal di Sumatera Utara ini akan melakukan 'marhobas' yang artinya memotong dan membagikan daging hewan yang sudah disembelih.

7. Bakar Batu di Papua

Perayaan unik lainnya ada di Papua, warga yang selesai beribadah Natal biasanya akan melakukan tradisi bakar batu. Bakar batu ini adalah cara orang Papua untuk memasak saat Natal.

Jadi batu yang dibakar ini akan menjadi alat masak saat Natal.Jakarta juga belum mengetahui perayaan Natal Rabo-rabo. Perayaan Natal ini berlangsung di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara.

Rabo-rabo disebut-sebut sebagai tradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini berasal dari peninggalan Batu ini akan dimasukan ke dalam lubang dan bahan-bahan makanan juga akan dimasukan ke dalamnya. Tradisi bakar batu ini menjadi ajang ungkapan rasa syukur dan kebersamaan warga Papua.

8. Lettoan dan Lovely December di Toraja

Acara tahunan Lovely December di Toraja ini juga menjadi rangkaian acara perayaan Natal. Festival tahunan ini adalah festival budaya dan pariwisata yang diadakan di Toraja. Biasanya festival ini dibuka dengan pemotongan kerbau belang pada awal Desember, kemudian dimeriahkan juga dengan berbagai lomba. Festival tahunan ini ditutup dengan prosesi Lettoan. Prosesi ini adalah proses mengarak babi sebagai simbol tiga dimensi kehidupan manusia.

9. Lonceng dan Sirine, Ambon

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.