'Fusion Food' dan Generasi Milenial
📅 Senin, 25 Nov 2019, 01:00 WIB | Oleh: Dini DaniswariDengan jumlah yang banyak, gerbong milineal inilah yang kemudian menggerakan berbagai ide-ide kreatif para chef maupun kreator makanan.
Alhasil, tak hanya pada menu-menu hidangan utama saja, beberapa jajanan kekinian juga melahirkan kudapan-kudapan yang tak lain merupakan jenis fushion food. Misalnya saja, bakso dengan isian keju mozarela, serabi aneka rasa dan lain sebagainya.
Tradisi Kuliner
Menurut Chef Bambang setidaknya ada sejumlah kategori dalam masakan fusion. Yang pasti tidak hanya sebatas pada gaya masak atau cita rasa khas dari beberapa negara atau daerah saja.
Misalnya, pizza yang di negara aslinya mungkin diracik tidak pedas, namun kemudian dikembangkan dengan rendang yang sedikit lebih pedas hingga menghasilkan menu baru dan diterima masyarakat. Tak hanya soal rasa, komposisi bahan yang digunakanpun sudah berkembang. Yakni menggunakan isian daging rendang.
Hidangan fusion juga bisa menggabungkan penggunaan makanan tradisional dari budaya atau etnis sebuah daerah dan menggunakan komposisi unik di dalammnya.
Misalnya seperti paduan rempah-rempah atau bumbu-bumbu dari masakan lain untuk menciptakan makanan atau masakan baru. Misalnya pada penggunaan mayones untuk menu isian sushi. Padahal selama ini, tradisi asli sushi hanyalah menggunakan isian sayuran ataupun daging ikan segar.
Kriteria lain dari hidangan fusion juga terkait dengan metode atau teknik dalam memasak atau mempersiapkan hidangan. Termasuk pada bahan makanan yang digunakan.
"Misalnya Soto Lamongan Sea Food. Itukan salah satu jenis fushion food juga dengan mengkreasikan bahan-bahan. Dari semula sayuran seperti irisan kubis kemudian diisi dan diganti dengan aneka sea food sepeti kerang, udang dan lain sebagainya," kata Chef Bambang memberi contoh.
Bagi Chef Bambang, untuk menghasilkan jenis hidangan fusion, seorang chef atau kreator makanan harus terlebih dahulu memahami produk makanan itu sendiri terlebih dahulu. Artinya, seorang chef tidak bisa asal mencampur baurkan teknik, bahan semata.
"Kalau dia mau mengembangkan soto,maka harus paham dulu dasar dari soto itu sendiri sehingga ketika soto dikembangkan maka, keaslian dari soto tetap ada," kata Chef Bambang. Beberapa hal yang harus diperhatikan, menurut Chef Bambang, adalah rasa, warna, tekstur, dan tentu saja unsur kesehatan dan gizi dari hidangan terssbut juga tidak boleh di kesampingkan. nik/E-6
Masakan Lokal, Kaya Rasa Berkat Rempah
Masakan Indonesia diakui bangsa lain sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Di dalam negeri, masyarakatnya pun menggemari makanan kaya rempah ini. Untuk itu, Indonesian Chef Association (ICA) berkomitmen memajukan masakan Indonesia.
Maraknya masakan asing yang menyerbu sejumlah restoran di pusat berbelanjaan maupun kafe tidak serta merta mematikan masakan Indonesia. Pasalnya, makan terkait selera. Orang Indonesia terbiasa makan masakan kaya rempah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!