Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Sensor Oksigen Nirkabel untuk Bayi

📅 Selasa, 19 Nov 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sensor Oksigen Nirkabel untuk Bayi Doc: istimewa

Dengan sensor nirkabel, bayi dapat lebih mudah diperiksa. Lalu bisa juga sering diamati, dipegang, dan bahkan diizinkan pulang dari rawat inap di rumah sakit.

Para peneliti di Worcester Polytechnic Institute (WPI) sedang mengembangkan sensor berukuran mini. Sensor ini akan mengukur kadar oksigen darah bayi, sebuah indikasi vital efektivitas paru-paru, termasuk apakah jaringan bayi menerima pasokan oksigen yang cukup atau tidak.

Tidak seperti sistem yang saat ini digunakan di rumah sakit, perangkat mini yang dapat dikenakan ini akan fleksibel dan dapat diregangkan, nirkabel, murah, dan mobile. Sensor ini sangat memungkinkan bagi anak untuk meninggalkan rumah sakit dan kemudian mendapat pemantauan dari tenaga medis dari jarak jauh.

Ulkuhan Guler, asisten profesor teknik elektro dan komputer dan direktur Sirkuit dan Sistem Terpadu WPI, memimpin proyek yang berfokus pada kemungkinkan bayi yang sakit dan dirawat di rumah sakit untuk dilepaskan dari sensor kabel. Artinya, bayi dapat lebih mudah dan sering diperiksa, dipegang, dan bahkan diizinkan pulang.

Guler dan timnya telah mengembangkan monitor oksigen mini untuk bayi, yang mengukur gas darah menyebar melalui kulit dan melaporkan data secara nirkabel. "Menginap lebih lama di rumah sakit itu mahal dan bisa menjadi beban bagi keluarga," kata Guler.

"Dan penelitian telah menunjukkan bahwa kesehatan bayi membaik ketika mereka bersama keluarga mereka. Tujuan kami dengan perangkat mobile yang terjangkau ini adalah untuk memberikan dokter lebih banyak fleksibilitas dalam memantau pasien mereka baik di rumah sakit dan di rumah.," tambah Guler.

Biasanya, mengukur tingkat molekul oksigen secara transkutan melibatkan penggunaan sistem dengan monitor. Beratnya sekitar 5 pon yang dicolokkan ke outlet listrik, dan sensor yang umumnya terhubung ke monitor.

Perangkat kesehatan Guler akan menggunakan transfer daya nirkabel. Ini juga akan terhubung ke Internet secara nirkabel. Selanjutnya alarm pada monitor di ruang kerja dokter atau aplikasi smartphone akan memberi tahu petugas medis dan anggota keluarga jika tingkat oksigen bayi mulai turun.

Perangkat ini dirancang untuk mengukur PO2, atau tekanan parsial oksigen, yang menunjukkan jumlah oksigen yang terlarut dalam darah. Juga mengukur indikator kesehatan pernapasan yang lebih akurat daripada pengukuran saturasi oksigen sederhana.

Perangkat ini juga dapat dengan mudah diambil dengan oksimetri nadi perangkat yang dijepitkan dengan lembut di jari. Dan mengukur tingkat PO2 melalui perangkat non-invasif yang terpasang pada kulit sama akuratnya dengan tes darah.

Monitor oksigen bayi ini juga berguna untuk orang dewasa, terutama orang-orang dengan asma parah dan manula dengan COPD, atau penyakit paru Obstruktif Kronik. Yakni penyakit paru-paru progresif yang tidak dapat disembuhkan dan merupakan penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat.

Guler akan memodifikasi perangkat yang dapat dipakai untuk orang dewasa, dan membuat aplikasi smartphone terkait, dalam fase lain dari penelitiannya. Guler bekerja sama dengan Pratap Rao, profesor teknik mesin di WPI, dan Lawrence Rhein, MD, ketua departemen pediatri dan associate professor di University of Massachusetts Medical School.

Juga dengan Ian Costanzo dan Devdip Sen, keduanya mahasiswa pascasarjana di bidang teknik listrik dan komputer di WPI. Tim juga bekerja sama dengan Guler untuk membuat chip yang pada akhirnya akan bertindak sebagai jantung untuk perangkat yang dapat dipakai.

"Konsep teknologinya adalah bahwa jika kita memiliki data yang lebih mudah diakses untuk seseorang dari segala usia. Kita akan dapat merawat pasien-pasien ini dengan lebih baik," kata Rhein, yang telah memberi nasihat kepada Guler tentang apa yang dibutuhkan di rumah sakit dan pengaturan rumah. "Gagasan pengumpulan data yang non-invasif, tidak terikat, dan dapat diakses membuka dunia perawatan yang sama sekali baru," tambah Guler.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Piala Dunia 2026 Dongkrak O...

Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026

11 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lima Kandidat Utama Juara T...

Serangan Udara AS Tewaskan Komandan Senior ISIS di Suriah

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Serangan Udara AS Tewaskan ...
Luar Negeri
Wahana Penjelajah NASA Mend...
Daerah
Perkembangan Pembangunan Se...
Nasional
Sektor Informal Masih Menye...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.