Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Tasawuf Sosial untuk Mengokohkan Pancasila

📅 Sabtu, 12 Okt 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tasawuf Sosial untuk Mengokohkan Pancasila Doc: ISTIMEWA

Pemikiran besar dan gerakan transformasi seorang KH MA Sahal Mahfudh menjadi oase bagi generasi muda untuk mengokohkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pentingnya keterbukaan dalam menyikapi perbedaan yang memperkaya khazanah dan fleksibilitas agama dengan mengkajinya secara ilmiah dan mengupas dalil-dalil.

Demokrasi mengharuskan umat Islam yang memiliki persepsi dominan tentang Islam dan politik untuk melahirkan konsensus yang didasarkan pada kesadaran pluralisme dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu diskursus menarik dalam buku ini adalah terminologi tasawuf sosial yang digunakan setelah menelaah pemikiran dan laku hidup Kiai Sahal dalam bidang tasawuf. Dia menekankan nilai kebermanfaatan bagi sesama, mendorong manusia untuk mengimbangkan prestasi dunia dan akhirat, serta menghindarkan diri dari fatalisme absolut yang membahayakan masa depan.

Abu Wafa Al-Taftazani mengartikan tasawuf sebagai cara mengarungi hidup untuk meningkatkan kualitas akhlak, marifat, dan kebahagiaan sejati dengan metode pembersihan hati (halaman 16). Tasawuf sosial Kiai Sahal dapat dirumuskan setidaknya dalam beberapa pemikiran seperti saleh dan amanah.

Pemikiran lainnya tentang etika, wawasan, dan solusi untuk menetralisasi ketegangan antarkelompok Islam yang mengancam persatuan dan kesatuan umat. Ini memulai dengan prasangka baik terhadap sesama muslim, menghargai pendapat orang lain sepanjang ada dalilnya. Kemudian, tidak memaksakan kehendak bahwa pendapatnya paling benar, mengakui adanya perbedaan, dan tak membesarkannya (halaman 192).

Kiai Sahal menyebut hubungan manusia ada dua. Pertama, hubungan manusia dengan Sang Pencipta (al-khaliq) yang sifatnya eksklusif. Kedua, hubungan manusia dengan sesama manusia dan alam lingkungan yang sifatnya fleksibel. Dalam konteks hubungan kedua ini, prinsip dasarnya adalah toleransi (tasamuh).

Dalam konteks interaksi sesama muslim dikenal ukhuwwah islamiyyah yang harus terus dipupuk dan dikembangkan. Sedangkan dalam konteks interaksi dengan nonmuslim, prinsip toleransi harus dikedepankan demi kepentingan kemaslahatan umum. Dengan saling memahami satu dengan yang lain akan tercipta keteraturan umum yang dikenal dengan kedisiplinan sosial (halaman 193).

Maka menarik sekali kajian tasawuf yang dilakukan Sahal, sehingga layak dijadikan teladan bagi generasi muda. Negara kita membutuhkan pemikiran yang mendukung setiap upaya mengokohkan persatuan dan kesatuan di tengah derasnya arus pertikaian antarkelompok terutama di dunia maya yang seakan bebas dari tata krama. Pancasila sebagai dasar negara sudah selayaknya dijunjung tinggi bersama.

Diresensi Sabtiyaningsih, Lulusan SMA Negeri 1 Weru, Sukoharjo, Jateng

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Megapolitan
Tujuh Rekomendasi Kegiatan ...
Nasional
Warga Hadapi Paparan Debu A...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.