Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemahaman Baru Bisnis Kuliner 4.0

📅 Rabu, 25 Sep 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Data ini juga sejalan dengan peta jalan dan strategi Indonesia untuk menerapkan revolusi industri 4.0. Peta yang diberi nama Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan Presiden Jokowi itu menjadikan sektor makan dan minuman, menjadi salah satu fokus pengembangan. ima/R-1

Bukan Hanya Soal Rasa

Yang perlu Anda syukuri bagi Anda yang ingin berbisnis kuliner, ialah kebiasaan masyarakat Indonesia yang doyan makan dan senang mencoba jenis makanan baru membuat potensi bisnis kuliner begitu menggiurkan.

Bisa dibayangkan pada 2016, subsektor kuliner berhasil memberikan kontribusi sebesar 382 triliun rupiah atau 41,4 persen sekaligus menjadi penyumbang terbesar pada Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif.

Tak heran bisnis kuliner dianggap yang paling seksi kini untuk ditekuni. Namun hanya segelintir pengusaha kuliner yang pada akhirnya bisa tetap bertahan dan sukses.

Pada kesempatan yang berbeda, Andrew Sinaga Pamungkas, CEO Foodizz mengatakan banyak dari pengusaha kuliner yang terjun ke bisnis tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup. Sebab, nyatanya, bisnis kuliner bukan hanya tentang menu makanan yang lezat saja, tapi ada tiga hal penting yang saling berkaitan yang perlu mengerti.

  1. Pengetahuan Bisnis Memadai

Hal paling utama yang harus benar-benar dikuasai adalah pengetahuan yang memadai, terutama mengenai model busines yang akan dijalankan.

Jika hal tersebut sudah miliki, maka dapat dijabarkan dalam berbagai hal. Mulai dari manajemen keuangan, standardisasi operasional perusahaan (SOP), melakukan berbagai inovasi dalam menghadapi persaingan, hingga target bisnis ke depan.

  1. Jaringan Bisnis

Pengetahuan tentang bisnis sangat berkaitan erat dengan kematangan bisnis, dan pemahaman itu dapat memperluas jaringan, serta bisa mengajukan permohonan pendanaan baik kepada pemerintah maupun investor.

Menurutnya, selama ini para investor sangat berhati-hati dan sulit memberikan investasinya kepada para pelaku UMKM karena kurangnya pengetahuan yang mereka miliki ketika bertemu dengan para investor.

  1. Akses Permodalan

Selama ini, para pelaku UMKM lebih banyak membahas produk ketika bertemu investor. Padahal, bagi para investor yang penting itu model bisnisnya bukan produknya. Karena itu kita perlu kuatkan knowledge nya dulu baru kemudian network, dan mendapatkan funding. ima/R-1

Jalin Kerja Sama Strategis

Sementara itu, PT AIA Financial, anak perusahaan dari AIA Group Limited, serta Gojek, mengumumkan kerja sama strategis, dengan penanaman investasi oleh AIA Indonesia pada putaran pendanaan Seri F.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Sabalenka Waspadai Kejutan ...
Olahraga
Barcelona Juara Joan Gamper...
Olahraga
Venus Williams Dapat Wildca...
Olahraga
Gol-Gol Menegangkan! Barcel...
Megapolitan
Jakarta Berawan Kamis Pagi,...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.