Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemahaman Baru Bisnis Kuliner 4.0

📅 Rabu, 25 Sep 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemahaman Baru Bisnis Kuliner 4.0 Doc: istimewa

Pebisnis kuliner wajib mengenal karakter konsumen zaman now serta mengenali target pasar dengan tepat. Hal ini merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan bisnis.

Para pebisnis kuliner selain musti rajin melahirkan inovasi rasa, rasanya juga perlu kesadaran tingkat tinggi untuk memahami keinginan, dan perkembangan tren kuliner yang ada.

Hal ini penting untuk dipahami, agar bisnis sejalan dengan perkembangan yang ada, apalagi kini urusan kuliner juga berpacu dengan akses kemajuan teknologi, istilah online food sudah menjadi mindset utama seseorang jika berbicara tentang makanan.

Salah satu yang bisa dimanfaatkan pebisnis kuliner adalah memahami karakteristik konsumen yang menurut riset terbaru Nielsen Singapura bertajuk Understanding Indonesia's Online Food Delivery Market semua basis pemesanan makanan paling potensial kini berada di jalur online.

Riset ini melibatkan 1.000 responden di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Medan, dan Makassar, berusia 18-45 tahun dan menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir. Survei dilakukan secara online dengan durasi hingga 25 menit, sepanjang 17-29 Mei 2019.

Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, menceritakan dalam temuannya sebanyak 95 persen masyarakat Indonesia saat ini memilih untuk membeli makanan melalui jalur online. Dari jumlah tersebut, 58 persen di antaranya menggunakan layanan pesan-antar makanan via aplikasi seperti GoFood dan GrabFood. Rerata mereka memesan 2,6 kali lipat per minggu.

"Penelitian yang kami Luncurkan ini terkait perilaku pengguna layanan pesan antar makanan di Indonesia yang memiliki banyak peluang yang belum tersentuh di Indonesia. Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini," ujarnya.

Sementara, demografi konsumen layanan pesan-antar berbeda untuk waktu makan siang dan makan malam. Untuk makan siang di tempat kerja, konsumen didominasi para pekerja berumur 26-35 tahun dengan posisi eksekutif/manajerial 22 persen, serta pegawai swasta 44 persen.

Untuk makan malam didominasi pemesanan dari rumah, tanpa ada profil demografis yang menonjol.

Hasil riset Nielsen ini juga menyatakan masih ada 42 persen konsumen urban di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir.

Data ini sekaligus dapat menyimpulkan bahwa ada potensi pertumbuhan bagi jasa pesan antar makanan seperti GoFood dan GrabFood.

Garick menjelaskan potensi pertumbuhan masih sangat besar, masih ada 42 persen konsumen yang belum menikmati secara utuh. "Dengan jumlah persentase itu, maka tidak dimungkiri potensi jasa tersebut masih terbuka lebar," terangnya.

Dan yang menarik dari data ini, ternyata makanan khas Nusantara paling banyak dipesan dalam aplikasi pemesanan makanan sebanyak 82 persen, disusul makanan siap saji 80 persen, dan 49 persen pesanan minuman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Cara Unik Banten Mengembangkan Sikap Nasionalisme

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cara Unik Banten Mengembang...
Nasional
Puluhan Jam di Meja Operasi...
Megapolitan
Baznas Bekasi Kucurkan Rp1 ...
Daerah
Cegah Antrean Panjang, Poli...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.