Potensi Kuliner Nusantara di Era Digital
📅 Sabtu, 31 Agu 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis"Dari ketiga poin Gastronomi ini tentunya akan mendorong ekonomi kerakyatan. Karena semua merasakan dampaknya, dari hulu hingga hilir. Kita itu punya 88 juta hektar hutan tropis, dengan 40 ribu jenis tanaman. Orang luar kalau dengar itu pasti terkesima," urainya. ima/R-1
Pentingnya Data UMKM
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, mengatakan untuk menyiapkan UMKM naik kelas menjadi industri besar perlu penyatuan data.
"Bagaimana kita bisa mendorong UMKM ini menjadi cluster kalau tidak ada datanya. Balik lagi data UMKM by name dan by address sangat kita perlukan," kata Rudy.
Rudy menuturkan pada dasarnya pemerintah memiliki data tersebut namun sekarang bisa jadi lebih canggih. Misalnya Gojek. Sebab, menurutnya Gojek merupakan platform lain untuk mendata jumlah UMKM, khususnya yang bergabung dalam ekosistem Gojek.

"Oleh sebab itu pemerintah bisa berkolaborasi dengan teman-teman para pemain, khususnya Gojek untuk mendata supaya bisa bersinergi untuk mengembangkan UMKM," tutur Rudy.
Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan, menambahkan, ketika masuk ke era digital ekonomi, data menjadi sangat penting. Apalagi, lanjut Rully, saat ini data sudah menjadi komoditas. "Kami dari Kemenkop dan UKM juga sudah melakukan pendataan by name dan by address. Info yang sudah saya dapatkan hingga saat ini sudah ada 21 jutaan data UMKM," tandas Rully. ima/R-1
Tip Bisnis Kuliner
Sepertinya banyak yang ingin bisnis kuliner, karena selain banyak peminat, juga selalu dicari karena kebutuhan primer. Itu sebabnya tidak mengherankan jika kuliner menjadi kontributor terbesar ekonomi kreatif di Indonesia. Vita mengatakan 42,6 persen pendapat ekomoni kreatif dihasilkan dari kuliner.
Kendati demikan, ada hal yang perlu Anda perhatikan sebelum bisnis kuliner, berikut saran Vita.
- Konsisten & Melek Digital
Kesuksesan bisa didapatkan ketika Anda konsisten menekuni bisnis kuliner dan melek digital. "Kalau konsisten dibantu dengan digital itu sangat pas untuk bisnis kuliner," paparnya. Manfaat digital untuk kuliner di era kekinian sangat potensial, Vita mengatakan 1,5 juta bisnis kuliner meningkat karena platform digital. Bahkan, omzet naik hingga 80 persen. Instagram, Facebook atau platform food deliver dapat dimanfaatkan untuk mencari konsumen.
"Kalau tidak memanfaatkan digital usaha kita akan disitu-situ saja, pelanggan tidak bertambah. Kalau lewat media sosial kita bisa mencari pelanggan baru," ungkapnya.
- Ciptakan Konten Menarik
Anda harus memiliki konten, seperti makanan yang kita buat ada narasi atau ceritanya seperti makanan legendaris. "Makan itu bukan soal lidah yang merasakan, tapi melibatkan 5 sense. Di era sekarang mata konsumen akan melihat gambar makanan yang Anda jajakan, lalu akan tertarik dengan narasi yang dicantumkan.
- Makanan Sehat
Pikirkan juga tentang kesehatan makanan atau minuman yang ingin dijual. Apalagi saat ini masyarakat Indonesia sudah sadar gaya hidup sehat. ima/R-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!