Sterling Minta Liga Inggris Berantas Rasisme
📅 Kamis, 28 Mar 2019, 01:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP/Andrej ISAKOVIC
Bintang Inggris Raheem Sterling telah meminta otoritas Liga Inggris untuk menunjukkan kepada negara-negara Eropa perang melawan rasisme.
Sterling dan rekan satu timnya dari tim nasional Inggris menjadi sasaran rasis dalam kemenangan 5-1 di kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Montenegro di Podgorica.
Sterling bereaksi dengan menarik telinganya di depan para penggemar tuan rumah ketika mencetak gol kelima Inggris, dengan petasan dilemparkan ke arahnya sebagai balasan.
Berbicara setelah pertandingan, pemain sayap Manchester City itu menuntut larangan hadir di stadion bagi Montenegro sebagai hukuman. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa yang mengutuk nyanyian rasis selama pertandingan di Stadion Gradski.
UEFA telah membuka proses disipliner terhadap tuan rumah, yang mencakup tuduhan atas perilaku rasis.
Tapi Sterling yang juga menghadapi dugaan pelecehan rasis saat bermain untuk City di Chelsea pada bulan Desember lalu, sepekan setelah seorang penggemar Tottenham melemparkan kulit pisang pada striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang.
Sterling menegaskan klub-klub Liga Inggris dan pihak berwenang harus memberi contoh dengan nol toleransi terhadap rasis.
"Melarang satu atau dua orang tidak akan mengubah apa pun," ucap Sterling dalam kutipan yang dilaporkan oleh media Inggris, Selasa (26/3) waktu setempat.
"Itu hanya satu atau dua orang dan kemudian akan ada pada pertandingan berikutnya lagi dan Anda akan melarang satu atau dua penggemar lagi. Saya pikir harus ada yang lebih serius dalam hal ini," sambungnya.
"Aturan yang sama harus berlaku di mana-mana. Tidak ada waktu untuk hanya membatalkan tiket musiman dua orang. Saya pikir meskipun hanya dua orang, seluruh stadion harus mendapatkannya atau seluruh bangsa mendapatkannya, sehingga akan membuat orang berpikir lebih panjang," tandasnya.
Sterling telah menyoroti masalah ini di masa lalu, seperti halnya rekan setimnya di timnas Inggris Danny Rose setelah dilecehkan dalam pertandingan U-21 di Serbia pada 2012.
Setelah insiden terbaru pelecehan bermotivasi ras di Montenegro, Sterling mengatakan itu adalah sesuatu yang selalu dia waspadai.
"Kami tahu itu kadang-kadang mengerikan. Ya, itu ada di benak saya. Beberapa tahun yang lalu itu terjadi pada Danny di Serbia," jelasnya.
"Kami tahu itu akan menjadi atmosfer yang sama, kami tidak memikirkan rasisme. Tapi itu memalukan. Sangat memalukan datang ke suatu tempat untuk diingatkan tentang warna kulit atau apa yang kami sukai," sambungnya. ben/AFP/S-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!