Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perayaan Tahun Baru di Seluruh Dunia

📅 Rabu, 02 Jan 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perayaan Tahun Baru di Seluruh Dunia Doc: Istimewa

Pada 31 Desember telah dikenal sebagai malam pergantian tahun. Ternyata perayaan tersebut telah diselenggarakan setiap tahunnya, paling tidak sudah sekitar empat ribu tahun lalu.

Perayaan tersebut dimulai dari 31 Desember, sebagai hari terakhir pada kalender Gregorian dan berlanjut hingga beberapa jam ke depan sampai 1 Januari. Ada banyak tradisi yang biasanya dilakukan pada perayaan pergantian tahun ini, mulai dari berpesta, memakan hidangan spesial tahun baru, membuat resolusi untuk tahun depan dan menonton pertunjukan kembang api.

Perayaan tahun baru yang paling awal tercatat sekitar empat ribu tahun lalu di Babilon Kuno. Bagi bangsa Babilonia, ketika ada bulan baru yang diikuti vernal equinox, hari di mana cahaya dan kegelapan memiliki waktu yang sama, itulah di saat mulainya tahun baru.

Mereka menandainya dengan beragam festival keagamaan besar yang disebut Akitu. Akitu melibatkan beberapa ritual berbeda dan berlangsung hingga 11 hari. Akitu juga diadakan untuk merayakan kemenangan dewa langit Babilonia Marduk atas dewi laut jahat Tiamat, sekaligus bertujuan politis. Seperti menandai naik tahta raja baru atau adanya perintah baru dari raja yang tengah berkuasa secara simbolis.

Di luar itu, peradaban di seluruh dunia pun terus mengembangkan penanggalan yang biasanya menetapkan hari pertama dari suatu tahun melalui kejadian agrikultur atau astronomi. Di Mesir contohnya, tahun baru dimulai dengan banjir tahunan di sungai Nil, yang bertepatan dengan munculnya bintang Sirius. Sementara tahun baru di Tiongkok, melibatkan bulan baru kedua setelah titik balik musim dingin. Penanggalan Romawi awalnya terdiri dari 10 bulan dan 304 hari, dengan setiap tahun baru diawali vernal equinox, menurut tradisi.

Penanggalan ini dibuat oleh Romulus, pembentuk Roma, di abad ke-8 sebelum Masehi. Raja selanjutnya, Numa Pompilius, kemudian menambahkan dua bulan lainnya, yaitu Januarius dan Februarius. Selama berabadabad, penanggalan tersebut tidak sesuai dengan pergerakan Matahari, hingga pada abad 46 sebelum Masehi Raja Julius Caesar memutuskan untuk mengatasi permasalahan ini dengan berkonsultasi pada ahli matematika dan astronomi kala itu.

Ia pun kemudian mengenalkan penanggalan Julian, yang hampir mirip dengan kalender Gregorian yang hampir seluruh dunia gunakan hari ini.

Caesar kala itu menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama pada tahun, sebagai penghormatan untuk Janus, dewa permulaan pada Romawi, yang memiliki dua wajah untuk melihat ke belakang pada masa lalu, dan ke depan untuk melihat masa depan.

Masyarakat Roma kala itu merayakannya dengan memberikan persembahan pada Janus, saling bertukar kado, menghias rumah mereka dan menghadiri pesta-pesta.

Di banyak negara, perayaan tahun baru dimulai pada malam 31 Desember, yang disebut malam Tahun Baru, dan berlangsung hingga beberapa ke depan pada 1 Januari. Biasanya mereka menyantap makanan yang menurut tradisi akan membawa keberuntungan di tahun depan.

Di Spanyol dan negara dengan penutur bahasa Spanyol misalnya, mereka akan menyantap anggur sebagai simbol harapan mereka selama beberapa bulan ke depan sebelum tahun berganti. Ada pun beberapa tradisi lainnya seperti menggunakan kacang polong, yang dianggap merepresentasikan koin sebagai harapan keuangan yang sukses di masa mendatang, atau menggunakan kacang polong hitam seperti yang dilakukan di AS bagian selatan.

Karena babi dianggap sebagai penanda kemajuan dan kemakmuran, tidak sedikit yang menyantap babi pada malam Tahun Baru, seperti di Kuba, Austria, Hungaria, Portugal dan beberapa negara lainnya. Sementara kue berbentuk cincin melambangkan tahun mendatang penuh keberkahan, disajikan sebagai hidangan di negara Belanda, Meksiko, Yunani dan lainnya.

Di Swedia dan Norwegia, menghidangkan puding beras dengan kacang almond di dalamnya pada malam Tahun Baru. Menurut tradisi, siapa yang menemukan kacang almond di dalamnya akan mendapatkan keberuntungan selama 12 bulan ke depan.

Yang paling populer adalah menyaksikan kembang api dan menyanyikan lagu menyambut Tahun Baru. Di beberapa spot yang biasanya digemari turis, biasanya penyelenggara akan mengadakan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun. Di AS misalnya, yang paling populer adalah Times Square di kota New York, menjadi tempat ikonik untuk merayakan malam Tahun Baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Ini yang Dilakukan UT untuk...
Luar Negeri
Korut Kecam Peningkatan Kek...
Nasional
Ini yang Dilakukan Undana u...
Nasional
Kerja Cerdas, Peredaran 46 ...
Daerah
Gejala Alam Apa Ini Sampai ...
Luar Negeri
WHO Mohon Lebih Banyak Duku...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.