Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polusi New Delhi Memburuk, Warga Rayakan Natal di Rumah

📅 Kamis, 27 Des 2018, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polusi New Delhi Memburuk, Warga Rayakan Natal di Rumah Doc: AFP/ SINGH
Ket. KABUT POLUSI - Warga New Delhi melintas di tengah kabut polusi yang melanda kota itu, Rabu (25/12).

New Delhi- Penduduk New Delhi India terpaksa mearayakan Hari Natal di dalam rumah karena buruknya kualitas udara dan tingkat polusi yang semakin parah selama 4 hari terakhir.Pejabat India memprediksi tingkat polusi akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Guna mengendalikan hal ini pemerintah menutup pabrik selama mulai Senin kemarin dan melarang proyek konstruksi. "Kami lebih baik tinggal di dalam rumah karena polusi meski ada perayaan Natal dan libur nasional," kata seorang warga, Amit Azad, yang bahkan harus membeli alat penyaring udara karena asap polusi.

Polusi ini membuat lalu lintas kota sangat sepi dibanding biasanya, sementara pejabat bandara mengatakan sejumlah penerbangan dalam negeri dan luar negeri terpaksa ditunda selama dua jam akibat jarak pandang pendek karena asap.

Pada Selasa pagi, indeks kualitas udara tercatat antara 420, meskipun indeks ini lebih baik dari dua hari sebelumnya yang mencapai angka 449-450, yang merupakan angka indeks terburuk tahun ini, menurut data Pusat Pengendalian Polusi India.

Sebagai catatan indeks polusi di atas 100 termasuk kategori tidak sehat. New Delhi dikenal di antara salah satu kota-kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia seiring pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor dan penggunaan pembangkit listrik batu bara. AFP/P-4

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Ini yang Dilakukan UT untuk...
Luar Negeri
Korut Kecam Peningkatan Kek...
Nasional
Ini yang Dilakukan Undana u...
Nasional
Kerja Cerdas, Peredaran 46 ...
Daerah
Gejala Alam Apa Ini Sampai ...
Luar Negeri
WHO Mohon Lebih Banyak Duku...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.