Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Kinerja BPJS Kesehatan Tak Sesuai Harapan

📅 Jumat, 19 Okt 2018, 05:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kinerja BPJS Kesehatan Tak Sesuai Harapan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Teguran keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), Fachmi Idris, di depan publik terkait defisit keuangan BPJS Kesehatan merupakan teguran terakhir. Sebab, hingga saat ini, kinerja BPJS Kesehatan tidak sesuai yang diharapkan.

"Teguran itu kan mustinya berupa teguran final, karena kinerja BPJS Kesehatan tidak sesuai yang diharapkan," kata Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf, ketika dihubungi, di Jakarta, Kamis (18/10).

Kendati demikian, lanjut dia, hal tersebut juga menunjukkan bahwa koordinasi antara lembaga-lembaga di bawah Presiden tidak bagus. Karena itu, menurut dia, harus ditinjau ulang.

Dede menduga faktor defisit yang dialami BPJS Kesehatan sekarang ini salah satunya karena kinerja manajemen yang belum sesuai. "Salah satunya (kinerja). Namun masalah aktuaria yang belum pas juga menjadi tanggung jawab pemerintah secara keseluruhan," kata dia.

Dihubungi terpisah, Koordinator BPJS Watch, Indra Munaswar, berpendapat teguran Presiden di depan publik mengesankan Presiden lepas tangan dengan persoalan tersebut. Idealnya, Presiden memanggil direksi BPJS Kesehatan, membahas bersama apa masalahnya, dan bagaimana jalan keluarnya. "Presiden seperti lepas tangan. Tidak benar cara seperti itu," katanya.

Menurutnya, masalah defisit anggaran di BPJS Kesehatan berdampak luas terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pesertanya. Karena itu, sudah seharusnya Presiden memberi jalan keluar agar persoalan tersebut segera teratasi. "Presiden harus panggil direksi BPJS Kesehatan dan pihak terkait, dan benahi manajemennya," katanya.

Menurut dia, salah satu jalan keluar mengatasi defisit tersebut adalah menaikkan jumlah premi peserta. Namun, pemerintah memilih tidak melakukannya. "Sistem iurannya harus dibenahi. Besarnya iuran sekarang hanya sekitar 25 ribu rupiah, padahal ideal dan sehatnya itu 36 ribu rupiah. Makanya sampai sekarang tidak menutup kerugian," ujarnya.

Bentuk Perhatian

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, ketika dihubungi enggan menanggapi langsung teguran Presiden tersebut. Dia malah menyerahkan kepada Kepala Biro Humasnya untuk menanggapi.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf, mengatakan masalah terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih dalam penanganan Direktur Utama BPJS Kesehatan sendiri.

Iqbal memastikan, BPJS memperhatikan teguran yang disampaikan Presiden Jokowi. "Konteksnya, kan bagian dari upaya beliau untuk agar BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan terkait lebih serius menangani problem yang terjadi dalam JKN," katanya.

Menurut Iqbal, program jaminan kesehatan yang dijalankan BPJS Kesehatan selama empat tahun terakhir sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, Presiden memberikan perhatian lebih mengenai defisit yang ada di BPJS Kesehatan.

"Itu (teguran) justru memacu semangat kita untuk bekerja lebih baik. Karena penyelesaian ini tak bisa kita selesaikan sendirian, jadi bersama-sama dengan kementerian lembaga untuk atasi permasalahan ini," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...
Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...
Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.