Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Polusi Udara Jakarta Tembus Lima Besar Dunia Tertinggi

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Polusi Udara Jakarta Tembus Lima Besar Dunia Tertinggi Doc: Dokumentasi NET/ANT

JAKARTA - Kualitas udara DKI Jakarta kembali disorot, setelah ibu kota tercatat masuk lima besar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Pada Selasa (20/10) pagi, berdasarkan pemantauan IQAir, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta mencapai 180.

AQI di Jakarta mencapai 180 itu, IQAir menempatkannya, dalam kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut, menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara, terutama ketika menjalankan aktivitas di luar ruangan.

"Data pemantauan IQAir menunjukkan Jakarta berada di posisi kelima dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada waktu pengamatan tersebut. Penggunaan masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang baik, seperti N95 atau KN95, dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan polutan," kata data IQAir dalam keterangannya pada Selasa.

Polusi udara terparah atau posisi pertama, ditempati Lahore, Pakistan, dengan indeks AQI mencapai 206. Kemudian, disusul Delhi, India, yang mencatatkan angka 201.

"Sementara, Kinshasa di Republik Demokratik Kongo berada pada peringkat ketiga dengan AQI 194. Sedangkan, Kuala Lumpur, Malaysia, menempati posisi keempat dengan indeks 193," ucap laporan IQAir.

Diposisi kelima dengan AQI 180, Jakarta masuk dalam kategori udara tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.

AQI merupakan indikator yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara serta potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia. Semakin tinggi angka AQI, semakin besar pula tingkat kekhawatiran terhadap paparan polutan yang terdapat di udara.

Pada skala AQI yang digunakan IQAir, angka 151 hingga 200 masuk dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat secara umum. Kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Sementara, kualitas udara dengan AQI 101 hingga 150 tergolong tidak sehat bagi kelompok sensitif, sedangkan rentang 51-100 masuk kategori sedang. Udara dengan AQI 0 hingga 50 diklasifikasikan baik karena tingkat pencemarannya relatif rendah.

Untuk kategori yang lebih buruk, AQI 201 hingga 300 termasuk sangat tidak sehat dan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar. Adapun angka AQI di atas 300 masuk kategori berbahaya sehingga paparan udara luar perlu diminimalkan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...
Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...
Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.