Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Faktor Kecenderungan Bunuh Diri

📅 Sabtu, 15 Sep 2018, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hal ini salah satunya karena pandangan bahwa bunuh diri hanya terjadi di tahap percobaan. Padahal, dalam program intervensi masyarakat pada umumnya, semestinya terdapat program yang berfungsi sebagai pencegahan primer, antara lain advokasi pada pemangku kebijakan atau edukasi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda bunuh diri.

Salah satu unsur yang spesial ditemukan dalam usaha pencegahan bunuh diri adalah upaya-upaya postvention yang dilakukan setelah kejadian meninggal karena bunuh diri. Insiden meninggalnya seseorang karena bunuh diri menimbulkan efek traumatik yang besar bagi orang-orang yang ditinggalkan.

Maka, perlu diberikan suatu tindakan untuk memulihkan dan memberdayakan kembali orang-orang terdekat setelah ditinggal bunuh diri. Kerangka kerja pencegahan primer - intervensi krisis - postvention merupakan skema yang memungkinkan terjadinya kerja sama antara pembuat kebijakan, komunitas akar rumput, dan masyarakat awam dalam menyukseskan upaya pencegahan bunuh diri berkesinambungan.

Upaya pencegahan bunuh diri sebaiknya dimulai dengan kesadaran bahwa bunuh diri adalah sebuah perilaku hasil interaksi faktor-faktor psikis dan sosial budaya. Perilaku bunuh diri beragam mulai dari pemikiran hingga percobaan bunuh diri itu sendiri. Dengan adanya kesadaran ini diharapkan masyarakat dapat ikut andil dengan segala macam peran dalam usaha pencegahan bunuh diri.

Ini bisa mulai dari menyusun kebijakan yang inklusif dan berbasis bukti ilmiah. Bisa juga sekadar menanyakan kabar kepada orang terdekat yang tiba-tiba memutuskan kontak dengan dunia sekitarnya. Setiap usaha yang diberikan dapat berkontribusi untuk menghapus stigma. Hal itu juga sebagai bukti peduli terhadap sesama. Yang terpenting langkah tersebut dapat menyelamatkan satu nyawa.

Iqbal Maesa Febriawan,Sarjana Psikologi UI dan Anggota "Into The Light Indonesia"

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Luar Negeri
Petani Gaza Garap Pertanian...
Advertisement
Dongkrak Hype MotoGP 2026 Mandalika, Pertamina dan ITDC Adakan Nobar di Jogja

Dongkrak Hype MotoGP 2026 Mandalika, Pertamina dan ITDC Adakan Nobar di Jogja

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.