Peran Teknologi terhadap Industri Kreatif Indonesia
📅 Jumat, 03 Nov 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPada momen ini, Wacon juga memperkenalkan tablet terbaru Wacom Intuis Pro, teknologi pena digital yang memiliki 4 kali akurasi pressure sensitivity yang lebih tinggi dari produk sebelumnya, Wacom Cintiq Pro, tablet dengan display beresolusi 4K dan Wacom Mobile Studio Pro.
"Ketiga produk ini akan membuat kreativitas masyarakat Indonesia semakin berkembang. Misi kami adalah memberikan inspirasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dunia untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih kreatif," pungkasnya. ima/R-1
Inovasi Teranyar
Tak kalah gemerlap dengan kota-kota metropolitan, seperti New York, London, Tokyo dan Singapore, keberadaan iklan LED Display Daktronics berukuran 15,36 meter (tinggi) x 7,68 meter (lebar) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta pun turut meningkatkan pemandangan kota kelas dunia.
Nyomananda, Presiden Direktur & Owner MIB saat peluncuran di Jakarta menjelaskan, media ini dinilai efektif untuk beriklan secara visual bagi konsumen. "Ini bukan hanya lokasi yang strategis, tetapi juga prestisius untuk pemasangan iklan LED display sekaligus dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang diiklankan. Ini karena LED display menghasilkan gambar visual berkualitas tinggi dan sangat menarik," kata Nyomananda, di Jakarta, kemarin.
Dari sisi teknologi, spesifikasi LED display yang dipajang tersebut adalah DVX-1801, dengan pixel pitch 10 mm, dan matrix size 1512x756 (HD). Sedangkan lampu LED adalah Nichia kualitas tinggi, hemat energi, eco green serta bertahan dalam segala cuaca.

"Ini adalah produk terbaru dari Daktronics Inc. berpusat di Brookings, South Dakota, AS. Perusahaan ini adalah market leader di dunia di bidang display LED," ujarnya.
Sementara itu, Mendag Enggartiasto Lukita mengatakan, dunia sekarang sudah memasuki era digital, termasuk penggunaan media LED Display dalam industri periklanan luar ruang.
"Lewat Media LED Video Display ini para pelaku industri perdagangan dapat melakukan Commercial Freedom of Speech-nya berupa pengenalan, promosi produk dan jasa kepada publik. Kita tidak bisa hindari perkembangan ini. Jika tidak mengikutinya, maka kita akan tertinggal, bahkan tergilas kemajuan itu sendiri," pungkas Nyomananda.ima/R-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!