Peran Teknologi terhadap Industri Kreatif Indonesia
📅 Jumat, 03 Nov 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: koran jakarta/wachyu ap
Perkembangan teknologi membuat masyarakat Indonesia semakin dinamis untuk menciptakan banyak hal. Tak terkecuali dalam lingkup kreatif, para desainer, komikus atau karikaturis juga turut terbantu melalui beragam perangkat pendukung berteknologi tinggi.
Perkembangan teknologi membuat masyarakat Indonesia semakin dinamis untuk menciptakan banyak hal. Tak terkecuali dalam lingkup kreatif, para desainer, komikus atau karikaturis juga turut terbantu melalui beragam perangkat pendukung berteknologi tinggi.
Industri kreatif, di era digital seperti ini memiliki peranan penting. Industri ekonomi kreatif tercatat berkembang positif dengan pertumbuhan 5,6 persen antara 2010-2013. Industri ini menyumbang 7,1 persen terhadap PDB dan berhasil menyerap sekitar 12 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu ranah andalan untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat serta berperan strategis dalam memerangi pengangguran dan kemiskinan.
Salah satu industri kreatif yang berkembang ada di lingkup desainer, komikus atau karikaturis. Dalam bidang ini, kemajuan teknologi beserta pola hidup masyarakat moden turut mengembangkan para artis atau pelaku seni di bidang ini. Oscar Budi Trianto, karikaturis, menjelaskan kepada Koran Jakarta bahwa profesi karikaturis di era digital saat ini, memiliki peluang besar untuk berkembang.
"Akses digitalnya sudah mumpuni, minat masyarakat pun pada hal yang berbau kemudahan akibat digitalisasi juga menjadi keuntungan. Prosesnya menjadi simpel, konsumen tinggal kirim file melalui email atau pesan singkat whatsapp, lalu tinggal karikaturis kerjakan. Ketika selesai, formatnya pun berbentuk digital walaupun kami sertakan juga hasil cetaknya. Keunggulan karikatur digital, file-nya jauh lebih stabil jika dibanding konvensional, apabila ingin di cetak ulang," terang Oscar saat ditemui diacara Journalis Gathering Produk Wacom 'Teknologi untuk Kreativitas Indonesia' di Jakarta, belum lama ini.

Oscar melanjutkan, perkembangan teknologi sangat membantu proses kreatifnya, sekarang tinggal bagaimana membangun minat masyarakat terhadap seni ini. "Untuk profesi karikaturis di era ini sebenarnya peluang besar. Cuma di Indonesia yang saya lihat kebanyakan belum menerima apa itu karikatur, karena dianggap menjelekkan seseorang. Padahal itulah seninya, bukan bermaksud menjelekkan tapi lebih pada menonjolkan ciri khas orang tersebut sedemikan rupa, namun kita tetap mengenalnya," lanjutnya.
Secara tradisi, karikatur digital dan konvensional memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Dari sisi artisnya, jelas menggambar karikatur di atas kanvas harus ekstra hati-hati karena tidak boleh ada kesalahan, sedangkan menggambar di wadah digital, bisa lebih leluasa, karena bisa dihapus jika ada kesalahan.
"Tapi tetap karya karikatur yang konvensional lebih terasa memiliki ruh di dalamnya dan itu yang membuatnya mahal. Sedangkan karikatur digital, juga tidak kalah bagus sebenarnya semua tergantung siapa artisnya, dan hasil dari karyanya itu sendiri. Untuk harga karikatur digital itu, per kepala sekitar 200-500 ribuan rupiah," tutup Oscar. ima/R-1
Bangun Potensi
Perkembangan teknologi membuat para insan kreatif semakin dinamis untuk menciptakan banyak hal. Untuk itu, Wacom Co Ltd, perusahaan teknologi asal Jepang melihat para pelaku kreatif Indonesia sangat potensial. Untuk itu strategi Wacom tidak hanya sekedar menjual produk, melainkan tutur mengedukasi masyarakat khususnya kaum muda agar lebih tertarik menekuni bidang kreatif, seperti karikatur.
"Sejak dua tahun lalu, Wacom bergerilya ke seluruh sekolah di Indonesia guna menggelar workshop secara cuma-cuma. Kami melakukan ini dibantu teman-teman komunitas, di mana para pelajar diberi materi dasar soal membuat gambar 2-3 dimensi, arsitektur, fotografi serta animasi dengan menggunakan fasilitas 20 unit produk demo kami," terang Country Manager, Indonesia Creative Business Unit Wacom, Bayu Eko Susetio.
Sejauh ini Wacom sudah melakukan workshop lebih dari 100 sekolah di seluruh Indonesia, mulai dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan melalui partner-partner kita. "Tingkat sekolah yang kita sasar yaitu SMK multimedia animasi, tapi belakangan kita melihat SD juga berpeluang untuk kita masuki, untuk meletakkan dasar pemahaman soal kreatif di ranah digital ini," lanjut Bayu.
Selanjutnya apabila para pelajar tersebut memiliki kemampuan, talen tersebut akan di arahkan, untuk memperdalam materi membuat gambar 2-3 dimensi, arsitektur, fotografi serta animasi lebih detail.
Sementara itu, Senior Director of Sales & Marketing, Asia Pasific Wacom, KS Ong menambahkan, Wacom sudah melakukan sejumlah inovasi sejak 1980. Salah satu teknologi utamanya adalah pena digital dengan teknologi elektrostatis. Teknologi ini memudahkan masyarakat untuk mendesain dan berkarya tanpa batas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!